Bupati Kupang, Korinus Masneno sementara memimpin rapat
Metronewsntt.com, Oelamasi- Pemerintah Kabupaten Kupang gelar rapat persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 74 desa yang ada di 21 kecamatan lingkup Kabupaten Kupang .
Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Kupang, Korinus Masneno dengan didampingi Sekda Kabupaten Kupang Obet Laha, para Staf Ahli Bupati Kupang, Asisten I Sekda Kab. Kupang Rima K.S. Salean dan pimpinan OPD terkait salah satunya Charles Panie.
Kegiatan ini berlangsung diruang rapat Bupati Kupang di Oelamasi pada i Selasa,( 10 /5) .selain Sekda, Bupati Kupang juga didampingi oleh Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto. Dan dihadiri juga perwakilan Kodim 1604 Perwira Penghubung Parada Napitupulu, perwakilan Kajari Oelamasi Kasie Intel I Wayan Agus Wilayana,
Bupati Kupang, Kornus Maneno dalam arahannya mengatakan bahwa khusus Kabupaten Kupang ada sebanyak 74 desa di 21 kecamatan yang akan mengikuti pemilihan tahun ini. Perlu adanya sosialisasi awal ditingkat desa hingga kecamatan. "Secara operasional, kami cukup merepotkan Forkopimda dalam membantu setiap persoalan yang terjadi saat pilkades waktu lalu."katanya.
Tidak hanya itu Masneno menegaskan kepada panitia baik di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten agar tetap netral dalam kepanitiaannya. Dirinya menjelaskan, dalam menghadapi persoalan di tingkat desa jika tidak mampu menyelesaikannya maka akan diserahkan ke panitia tingkat kabupaten untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Ada hal-hal teknis yang tidak saya pahami namun secara operasional akan dijadikan rujukan untuk kembali melihat draf yang ada untuk memungkinkan menyelesaikan persoalan yang ada dalam pelaksanaan pilkades. Dan ini juga merupakan forum kita bersama, masukkan dan saran kiranya bisa dipahami sebagai bahan evaluasi", ungkap Masneno.
Sementara itu Kapolres Kupang FX Irwan Arianto menyanpaikan beberapa masukkan kepada pihak PMD dan panitia. Baik itu terkait regulasi hingga menggandeng pihak KPU yang juga merupakan penyelenggara Pilpres waktu lalu.
Arianto juga berharap agar adanya kenetralan dalam pembentukan panitia level desa hingga level kabupaten. "Kalau aturan, regulasi sudah jelas namun panitia harus netral dalam pilkades", ujar Arianto.
Arianto menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawalan di 74 desa yang akan melakukan pemilihan demi meluruskan jalannya pilkades serentak di Kabupaten Kupang.
Arianto menyarankan agar SKCK menjadi salah satu syarat bagi para calon kades. Tidak hanya itu,
Arianto berharap agar Kadis PMD memberi kesempatan untuk mengumpulkan para calon untuk memberi penekanan pakta integritas yang mengikat para calon kades yang siap menang maupun kalah. "Jika ada kelompok masyarakat yang salah satu calonnya membuat kerusuhan, maka kami amankan calonnya bukan massa-nya agar membuat suasana yang aman dan damai." tegas Arianto.
Kesempatan itu, Arianto mengingatkan terkait logistik, agar harus segera dipersiapkan dalam pelaksanaan pilkades pada November mendatang. Tidak hanya melakukan pengawalan, Irwan juga akan melakukan meeting desa baik yang rawan maupun sangat rawan demi terciptanya ketertiban pada sarana dan prasarana. "Kuncinya di panitia, harus hati-hati dalam memilih kepanitiaan jangan berdasarkan hubungan keluarga atau suka tidak suka." pinta Arianto.
Sedangkan perwakilan Kodim 1604 Perwira Penghubung Parada Napitupulu menyampaikan n seperti yang sudah disampaikan oleh Kapolres Kupang, kepanitiaan harus lebih manusiawi dan tegas meski dengan kondisi yang terbatas. Terkait regulasi waktu, harus diatur dengan sebaik-baiknya. Pihak panitia juga diharapkan tetap netral agar tidak terjadi pengulangan pilkades lagi.
Pada kegiatan ini juga Kasie Intel Kejari Oelamasi I Wayan Agus Wilayana menghimbau agar semua tahapan harus disosialisasikan agar menjadi edukasi bagi seluruh masyarakat serta dilaksanakan dan didokumentasikan dengan utuh sehingga tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari. Dirinya mengakui bahwa panitia kemarin tidak profesional dan tidak netral sehingga ini menjadi celah dalam menimbulkan konflik dalam Plkades. (mnt/*)