WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Stunting di NTT Capai 37 Persen, Wabup Kupang Ingatkan Orang Tua Jangan Lengah Soal Pola Asuh

Metronttdewa.com 03-03-2026 || 13:30:59

Wabub Kupang, Aurum Titu Eki

Metronewsntt.com, Oelamasi – Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, memberikan peringatan keras mengenai pentingnya peran keluarga dalam menekan angka stunting yang masih tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Hal ini disampaikannya saat meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Aula Kantor Camat Kupang Timur, Selasa (3/3/2026). Dalam sambutannya, Wabup Aurum menekankan bahwa bantuan fisik dari pemerintah tidak akan pernah membuahkan hasil maksimal tanpa adanya perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

​"Perhatian orang tua adalah hal utama. Pemerintah memang membantu, tapi kalau dari orang tua tidak memperhatikan hal-hal kecil dari anak-anak kita, stunting tidak akan menurun begitu saja. Pemerintah kecamatan juga harus terus memantau sampai selesai karena ini merupakan semangat kolaborasi dan tanggung jawab bagi generasi penerus kita," tegas Aurum yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kupang.

​Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh pernyataan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Dr. Faizal Fahmi, S.KM, M.Kes. Ia mengungkapkan fakta bahwa persentase stunting di NTT masih berada pada angka yang sangat mengkhawatirkan, yakni mencapai 37%. 

Menurutnya, angka tersebut harus ditekan melalui intervensi yang tidak hanya soal nutrisi, tetapi juga mencakup rumah layak huni, jamban sehat, dan akses air bersih. Ia mencontohkan langkah nyata seperti penyediaan sumur bor di Desa Manusak yang membuktikan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab lintas sektor, bukan hanya pemerintah semata.

​Program GENTING di Kecamatan Kupang Timur ini melibatkan sinergi antara Pemerintah Daerah, BKKBN, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Sebanyak 75 bayi berusia 5-6 bulan akan mendapatkan bantuan nutrisi dan edukasi gizi selama tiga bulan ke depan. Wabup Aurum secara jujur mengakui bahwa upaya pemerintah daerah selama ini masih perlu dievaluasi secara mendalam.

 "Kami pemerintah juga sedikit tersentak karena usaha kami selama ini belum maksimal menurunkan stunting di wilayah Kabupaten Kupang. Kehadiran dunia usaha melalui pemberian nutrisi ini adalah dukungan nyata yang sangat kami apresiasi bagi kesehatan generasi masa depan," ungkap Bunda PAUD Kabupaten Kupang tersebut

​Senada dengan hal itu, Camat Kupang Timur, Marina Ludji, memastikan bahwa pihak kecamatan akan mengawal ketat intervensi kepada 75 keluarga penerima manfaat tersebut.

 Ia berharap edukasi yang diberikan oleh tim ahli dapat menjadi batu loncatan bagi perubahan pola hidup sehat di masyarakat. Kegiatan peluncuran ini diakhiri dengan demo masak bernutrisi dan dihadiri oleh jajaran pimpinan OPD Kabupaten Kupang, para Kepala Puskesmas, Kepala Desa, serta orang tua penerima manfaat.(mnt)


Baca juga :

Related Post