WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Bulan Bhakti Gotong Royong ke-22 Resmi Dimulai, Bupati Kupang : Masyarakat Kunci Utama Pembangunan Berbasis Kolaborasi

Metronttdewa.com 24-10-2025 || 19:41:43

Bupati Kupang, Yosef Lede, dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki

Metr​ronewsntt.com, Kupang---Bulan Bhakti Gotong Royong ke-22 Resmi Dimulai, Bupati Kupang: Masyarakat Kunci Utama Pembangunan Berbasis Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar acara Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BB-GRM) ke-22 Tingkat Kabupaten Kupang yang dipusatkan di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, pada Jumat (24/10/2025) pagi.

 Acara ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, didampingi Wakil Bupati Aurum Titu Eki, serta dihadiri Asisten I Sekda Guntur Taopan, Staf Ahli Bupati Jack Baok, Plt. Kepala Dinas PMD/Kepala BP4D Paulus Liu, Kepala Dinas Pertanian Amin Juariah, Kepala Dinas Peternakan Pandapotan Siallagan, Camat Kupang Tengah Roby Meok, dan Kepala Desa Oebelo Marthen Hala.

​Mengawali sambutannya, Bupati Yosef Lede menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam acara pencanangan ini, sebab tujuan akhirnya adalah untuk masyarakat.

 "Kehadiran masyarakat, peran aktif masyarakat, sangat dibutuhkan untuk menunjang semangat gotong royong yang meliputi beragam kegiatan yang akan berlangsung sebulan penuh," kata Bupati.

 Sesuai tema "Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi multi pihak, kita bersinergi mewujudkan Kabupaten Kupang emas", Yosef Lede mengajak seluruh komponen, termasuk lembaga adat, swasta, gereja, tokoh agama, kaum muda, serta seluruh pemangku kepentingan, untuk bergandengan tangan dalam pembangunan desa. Kegiatan gotong royong ini akan mencakup perbaikan sarana prasarana dan infrastruktur melalui program padat karya tunai, seperti perbaikan jalan usaha tani, jaringan perpipaan, bak penampung, sumur bor, perumahan layak huni, jamban sehat, dan lain sebagainya.

​Selain pembangunan, Bupati Yosef Lede juga mengajak segenap pihak untuk mencintai lingkungan dengan menjaga dan melestarikannya. Hal ini diwujudkan dengan penanaman anakan Kelapa Hibrida secara simbolis oleh Bupati Yosef Lede, Wakil Bupati Aurum Titu Eki, bersama undangan lainnya di lokasi sekitar Kantor Desa Oebelo. Bupati memberikan ilustrasi bermakna motivasi,

 "Pohon ini beberapa tahun ke depan baru akan menghasilkan. Memang kebiasaan kita, lebih ahli menebang pohon daripada menanam. Padahal menanam itu banyak manfaat." Ia pun mengajak, "Saya minta masyarakat untuk mencintai lingkungan dengan menanam. Menanam pohon adalah bentuk cinta lingkungan yang konkret, memberi banyak manfaat, membantu mitigasi perubahan iklim, dan menciptakan lingkungan sehat."kata Bupati.

​Secara terbuka, Bupati Lede juga menyampaikan kekurangan yang ada di Pemkab Kupang, yaitu belum tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. "Dengan tidak tersedianya TPA, kepedulian masyarakat buang sampah pada tempatnya sangat minim. Saya tidak mau bicara yang baik-baik saja. Banyak yang memberitahu saya, adakala melewati beberapa lokasi strategis di Kabupaten Kupang, sampah berserakan di mana-mana. Hal ini yang perlu dibenahi bersama. Belajar cinta lingkungan untuk kehidupan yang sehat," ungkapnya.

​Sementara itu, Ketua Panitia Yunisthya Padja dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Bulan Bhakti berlangsung sebulan penuh dengan fokus gotong royong di bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya dan agama, serta lingkungan.

 "Desa Oebelo terpilih sebagai pusat pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tingkat Kabupaten, sedangkan untuk masing-masing kecamatan dilaksanakan di Desa/Kelurahan yang disepakati bersama masyarakat," kata Yuni Padja.

 Acara dilanjutkan dengan penyerahan paket bantuan stunting dan anakan kelapa untuk masyarakat, sosialisasi cara inseminasi buatan untuk ternak, dan gerakan pangan murah.(mnt)


Baca juga :

Related Post