WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Gebrak Swasembada Pangan, Bupati Kupang Serahkan 44 Unit Alsintan Senilai Miliaran dari Kementan

Metronttdewa.com 20-10-2025 || 21:24:04

Ketua HKTI Provinsi NTT Fernando Soares,sementara menyerahkan alat pertanian dengan didampingi Bupati dan Wakil Bupati Kupang saat

Metronewsntt.com,Oelamasi – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang di bawah kepemimpinan Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki dalam memajukan sektor pertanian terus membuahkan hasil signifikan.

 Tak main-main, Kabupaten Kupang kembali panen bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian RI, sebuah bukti nyata perjuangan Bupati Lede dalam mendukung program strategis nasional, yakni Swasembada Pangan dan program Makan Bergizi Gratis.

 Pada Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di halaman Kantor Bupati Kupang, Bupati Yosef Lede secara simbolis menyerahkan bantuan masif berupa 37 unit handtraktor dan 7 unit combine harvester (mesin panen) kepada puluhan Kelompok Tani (Poktan) di wilayah Kabupaten Kupang. 

Penyerahan penting ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aurum Titu Eki, Ketua HKTI Provinsi NTT sekaligus Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Fernando Soares, bersama anggota DPRD Yan Windi, dan Ketua Bappilu Nino Sarmento.

​Dalam sambutannya, Bupati Yosef Lede menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Pertanian RI atas alokasi bantuan ini, namun ia juga menyampaikan pesan yang sangat tegas. Mengingat rata-rata 80 persen penduduk Kabupaten Kupang adalah petani dan peternak.

Bupati Lede menekankan bahwa bantuan ini merupakan kolaborasi luar biasa yang harus dimanfaatkan optimal.

 "Bersyukur Kabupaten Kupang salah satu daerah yang menerima banyak bantuan Alsintan. Kita sudah berjuang, tugas Bapak dan Mama sekarang, gunakan alat ini sebaik mungkin, kelola seluruh lahan yang ada sehingga ada ketersediaan pangan salah satunya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis," ujar Bupati.

 Ia bahkan mengancam akan menarik kembali bantuan tersebut dan memberikannya kepada yang lebih membutuhkan jika tidak dimanfaatkan secara sungguh-sungguh.
​Lebih lanjut, Bupati Lede berencana untuk segera turun langsung, berkeliling dari desa ke desa, untuk memastikan kerja di sektor pertanian berjalan dan memastikan Dana Desa yang dianggarkan 20 persen untuk ketahanan pangan benar-benar dimanfaatkan.

 "Saya akan kasih setiap desa lima sumur bor untuk menunjang ketahanan pangan. Tidak boleh ada lahan nganggur, orang-orang nganggur. Bila pertanian maju, ekonomi juga maju," tegasnya.

 Kolaborasi luar biasa ini, kata Bupati, juga terwujud berkat dukungan HKTI Provinsi NTT dan Anggota DPR RI Usman Husin yang turut membantu Alsintan.

​Wakil Bupati Aurum Titu Eki menambahkan bahwa tanggung jawab Poktan bukan hanya menggunakan, tetapi juga menjaga dan merawat alat-alat tersebut secara baik. Ia berpesan agar alsintan ini difungsikan secara bersama-sama dalam kelompok dan siap dipinjamkan kepada kelompok tani lain yang membutuhkan, menegaskan semangat solidaritas..

 Sementara itu, Ketua HKTI Provinsi NTT, Fernando Soares, menyatakan kesiapannya untuk selalu hadir mendukung dan membantu masyarakat tani di NTT dalam mengakses bantuan ataupun dukungan untuk peningkatan pertanian. Kegembiraan dirasakan oleh Welem Nifu dari Poktan Desa Mata Air, salah satu penerima bantuan, yang berjanji siap mendukung program swasembada pangan.

 "Terima kasih Bupati dan Wakil Bupati Kupang yang selalu menaruh perhatian kepada kami petani. Alat ini sangat membantu! Doa terbaik buat Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Kupang," ungkap Welem Nifu.(mnt)


Baca juga :

Related Post