WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Polda NTT Merespon Usulan AJI Kupang Terkait Penguatan Jurnalistik Anggota Polri

Metronttdewa.com 08-10-2025 || 18:50:04

Pose bersama

Metronewsntt.com, Kupang---Kapolda NTT,  Irjen Pol Rudi Darmoko menegaskan bahwa jurnalis bukan lawan namun mitra, sehingga seluruh anggota Polri dan jajaran di Polda NTT perlu mendapat pemahaman yang sama tentang kerja - kerja jurnalis.

Hal tersebut disampaikan saat audiens bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang, Rabu ( 8/10/2025)  di Polda NTT.

"Mindset yang selama ini salah atau kurang tepat, kan bisa kita perbaiki, kita perlu memahami jurnalis itu tugasnya seperti apa, bukan sebagai lawan, justru sebagai patner,"tegas Kapolda NTT.

Lebih lanjut, Kapolda menyatakan, untuk kebaikan dan perbaikan layanan di Polda NTT, dirinya menyambut baik, pihak - pihak internal seperti jurnalis dengan tugasnya yang peka dengan kondisi lapangan, dapat memberi masukan yang konstruktif  dalam pelayanan demi membangun bersama menuju NTT lebih baik.

"Saya menyambut baik, intinya saya juga kepingin Polri, anggota polisi jadi baik karena jangan sampai menyakiti hati masyarakat, itu bagi saya tidak ada ampun,"tandas Kapolda.

Ketua AJI Kota Kupang, Djemi Amnifu, sebelumnya dalam audiens tersebut menyampaikan beberapa hal diantaranya, terkait kekerasan terhadap jurnalis di NTT, yang secara nasional angka kekerasan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh oknum kepolisian di NTT tergolong tinggi.

Data AJI Indonesia secara nasional tahun 2024 terdapat 79 kasus kekerasan jurnalis di Indonesia dengan pelaku kekerasan didominasi oleh oknum polisi di urutan pertama. sementara di NTT, tercatat sebanyak 11 kasus kekerasan terhadap jurnalis.

Oleh karena itu, AJI mengusulkan agar Polda dapat menjadi pioner atau menjadi perintis Polda pertama di Indonesia, yang memasukkan materi tentang perlindungan jurnalis dalam kurikulum penerimaan Bintara dan Tamtama Polri.

"Kami berharap, karena Polda memiliki perangkat hingga tingkat bawah, bhabinkamtibnas, sehingga kami usulkan, kalau bisa Polda NTT menjadi polda pertama di Indonesia, yang bisa memasukkan kurikulum pendidikan, tentang perlindungan jurnalis bagi calon bintara dan tamtama,"jelas Djemi. 

Pertemuan bersama Kapolda NTT, turut di hadiri anggota AJI Indonesia divisi Gender, Anna Djukana, Direktris PIAR NTT, Sarah Lerry Mboeik dan anggota AJI Kota Kupang dari tiap divisi. (mnt/*)


Baca juga :

Related Post