Plt.Bapenda Kab.Kupang, Oktovianus Tahik
Metronewsntt.com, Oelamasi— Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kupang menunjukkan kinerja yang kuat, mencapai Rp54 Miliar terhitung sejak Januari hingga September 2025. Angka signifikan ini setara dengan 66% dari total target PAD tahun anggaran 2025 yang ditetapkan sebesar Rp80 Miliar.
Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Tugas (Plt.) Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Kabupaten Kupang, Oktovianus Tahik, kepada awak media di ruang kerjanya pada Selasa (14/10/2025) siang.
Oktovianus Tahik, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kupang, menjelaskan bahwa data Rp. 54 Miliar ini merupakan laporan akurat hingga akhir September. Sementara itu, rincian pendapatan untuk bulan Oktober masih dalam proses perhitungan dan baru akan dirampungkan serta dikeluarkan secara resmi pada tanggal 31 Oktober mendatang.
Untuk memastikan tercapainya target Rp. 80 Miliar, Bapenda telah mengintensifkan berbagai upaya, salah satunya melalui penerapan sistem jemput bola. "Kami menganjurkan seluruh staf Bapenda untuk bertugas turun langsung ke lapangan. Ini adalah strategi utama kami untuk mendongkrak PAD," tegas Oktovianus Tahik.
Strategi ini telah membuahkan hasil, di mana pada minggu kedua bulan Oktober saja, pendapatan yang berhasil dihimpun telah melampaui Rp1 Miliar. Oktovianus Tahik menambahkan bahwa sejak ia mulai menjabat Plt., terdapat penambahan pendapatan sekitar Rp3 Miliar lebih. Pengawasan pemungutan pajak kini menyasar berbagai potensi, mulai dari pekerjaan fisik, belanja makan minum di tingkat Kelurahan, Kecamatan, Puskesmas, dan sekolah-sekolah, hingga sektor kios. Ke depan, Bapenda juga akan mulai menyisir potensi pajak dari rumah-rumah kos, mengingat sudah adanya Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pemungutan jenis pajak ini.
Meskipun baru mencapai Rp54 Miliar hingga September, Oktovianus Tahik menyatakan optimisme tinggi bahwa target Rp80 Miliar akan tercapai sebelum akhir tahun.
"Jika dihitung dengan pendapatan bulan Oktober yang masih berjalan, kami sangat yakin akan mencapai target tersebut. Kami hanya perlu mengejar sisa pendapatan dalam tiga bulan terakhir ini," katanya.
Pencapaian target PAD ini sangat penting karena akan direalisasikan untuk membiayai belanja-belanja yang telah direncanakan dalam APBD. "Jika kita tembus delapan puluh miliar, maka semua kebutuhan belanja dalam APBD akan terakomodir. Harapan kami, target Rp80 Miliar itu pasti tembus," pungkasnya. (mnt)