Bupati Kupang, Yosef Lede sedang memungut sampah pada kegiatan Jumat Bersih sebagai bukti akan kepedulian Pemerintah Kabupaten Kupang akan masalah kebersihan,Jumat (10/10/2025) (Foto Istimewah/Klemes)
Metronewsntt.com, Oelamasi--Ratusan pegawai dari berbagai instansi, badan, hingga bagian di Pemerintah Kabupaten Kupang memadati Pasar Oesao dan ruas jalan Timor Raya cabang Oesao dalam rangkaian kegiatan Jumat Bersih pada pagi hari, Jumat (10/10/2025).
Mengenakan pakaian bebas dan olahraga, para pegawai ini terlihat antusias melakukan aksi bersih-bersih di dua titik lokasi tersebut.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede. Gerakan Jumat Bersih yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten ini tak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga membawa kecerahan bagi para pedagang yang menjajah dagangan mereka di pasar. Sambil membersihkan lingkungan, para pegawai memanfaatkan waktu untuk berbelanja berbagai kebutuhan, mulai dari sayur-mayur, tomat, bawang, dan buah-buahan seperti mangga hingga kebutuhan rumah tangga lainnya, memberikan dampak positif pada perputaran ekonomi lokal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM).
Gerakan ini menuai respons positif dan apresiasi tinggi dari warga setempat. Terpisah Geby Manoe, salah seorang warga Oesao, menyatakan bahwa aksi bersih yang dilakukan para pegawai ini merupakan bagian dari gerakan kepedulian lingkungan yang patut dicontoh.
Ia berharap, kehadiran para pegawai dapat menggugah kesadaran masyarakat, khususnya di lingkungan pasar, untuk senantiasa menjaga kebersihan. Pasalnya, saat musim penghujan, tumpukan sampah seringkali bertebaran hingga ke jalan raya, menciptakan pemandangan yang kurang sedap bagi warga maupun pelintas jalan.
"Apa yang dibuat oleh Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati ini, mari kita dukung sama-sama. Gerakan seperti ini adalah bagian dari sebuah ajakan tanpa suara, tapi tindakan dapat menggugah warga untuk bergerak bersama masyarakat," ujar Geby Manoe.
Ia menambahkan, gerakan ini sangat penting dan perlu didukung bersama menjelang musim penghujan, yang biasanya tiba sekitar bulan November. Kebersihan yang terjaga akan membantu meminimalisir kejadian luar biasa seperti penyakit Diare dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Geby Manoe berharap kegiatan serupa dapat terus digalakkan, minimal sebulan sekali, karena kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik pemerintah.
"Bicara kebersihan bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi tanggung jawab masyarakat semua. Oleh sebab itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting di dalam hal menuntaskan masalah kebersihan pada titik rawan sampah," tutupnya, menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga lingkungan.(mnt)