Pose bersama usai panen perdana jaguang Kuartal III
Metronewsntt.com, Oelamasi – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menegaskan komitmennya mendukung penuh percepatan Program Swasembada Pangan 2025, yang merupakan target utama Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dalam aksi nyata, Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., memimpin panen raya jagung serentak Kuartal III di lahan binaan Polri yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia NTT dan Kelompok Tani Kokdale di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/9/2025.)
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dipimpin secara serentak oleh Kapolri bersama Kementerian Pertanian dan stakeholder terkait, yang berpusat di Sumatera Selatan.
Panen raya ini menjadi wujud dukungan Polri terhadap Asta Cita pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan dan menghentikan impor produk pangan strategis seperti beras dan jagung. Target swasembada ini dipercepat dari rencana semula 4 tahun menjadi hanya satu tahun, diharapkan tercapai pada akhir 2025 atau awal 2026 melalui strategi modernisasi pertanian, optimalisasi irigasi, dan peningkatan produktivitas lahan.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Candra, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa panen raya di Oesao ini menghasilkan capaian yang menggembirakan. Dari lahan sampling seluas kurang lebih 4 hektar, hasil panen jagung mencapai 5 ton per hektar, atau total sekitar 20 ton. "Kita targetkan untuk seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, kita memiliki target sebanyak 139,33 hektar di kuartal ketiga ini bisa mendapatkan panen masing-masing antara 4 sampai 5 ton," terang Kombes Henry.
Ia menambahkan, dengan harga yang diberikan Bulog saat ini (sekitar Rp6.400 per kilogram untuk kadar air 14%), hasil ini akan signifikan meningkatkan perekonomian kelompok tani, di mana 5 ton panen bisa bernilai hingga kurang lebih Rp30 juta.
Meskipun menghadapi tantangan seperti cuaca ekstrem, kekurangan pupuk, dan bibit, Kabidhumas menegaskan bahwa sinergitas antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, Bulog, Kelompok Tani, dan Kementerian akan terus dioptimalkan untuk mencari solusi. Upaya Polda NTT meliputi permintaan kepada seluruh Polres untuk menyiapkan lahan, koordinasi pengadaan bibit dan pupuk, serta memberikan pendampingan intensif mulai dari penanaman hingga proses penjualan. Hal ini memastikan dampak positif program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok tani jagung di NTT.
Kegiatan imi diawali ditandai dengan panen perdana jagung kering ini, Kapolda NTT melalui Kabidhumas menyampaikan ajakan kepada generasi muda. "Harapan kami untuk warga Provinsi Nusa Tenggara Timur, adik-adik milenial, Gen Z dan yang lain, mari kita dukung program menanam jagung. NTT memiliki lahan yang luas dan subur, jadi jangan dibiarkan lahan tidur ada agar diolah atau diproduktivitas, kita tanam jagung sehingga kita benar-benar mampu menciptakan swasembada pangan di Indonesia, khususnya untuk wilayah Provinsi NTT yang kita cintai dan kita banggakan."harapnya.
Panen raya ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Danrem 161/Wirasakti, Dankodaeral Vll Kupang, Danlanud Eltari Kupang, Kejaksaan Tinggi NTT, Badan Intelijen Negara NTT, Pengadilan Tinggi Kupang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perum Bulog Kanwil NTT, Bank Indonesia, serta jajaran PJU Polda NTT dan Polres Kupang, menunjukkan kolaborasi kuat antar-lembaga dalam mengamankan ketahanan pangan nasional.(mnt)