Potret
Metronewsntt.com, Oelamasi- Pemerintah mengajak pihak gereja ikut berperan dalam membantu mengatasi permasalahan di Kabupaten Kupang yakni stunting, kemiskinan dan kebencanaan.
Ajakan ini disampaikan Bupati Kupang, Korinus Masneno melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setda Kabupaten Kupang, Mesakh Elfeto dalam acara syukuran kemandirian jemaat Horeb Oelnaibesi dan arisan keluarga Allah klasis Sulamu, Minggu (23/10)kemarin.
Dalam kesempatan itu melalui sambutan tertukis Bupati, Asisten II mengatakan gereja menjadi mitra pemerintah daerah. Untuk itu semua pelaksanaan pembangunan akan lebih bernilai jika adanya keterlibatan gereja.
"Dengan semakin baiknya peran jemaat maka tentunya semakin sukses program yang dilaksanakan pemerintah dalam pembangunan di daerah ini melalui gerakan 5P dengan saling melengkapi semua unsur," Lanjutnya .Karena gereja lahir menjadi mibar dalam dalam aktifitas jemaaat yang juga anggota masyarakat.Sesulit apa masalah yang dihadapii terus berusaha bersama masyarakat mencari solusinya.
"Diyakini jemaaat Oelnaibesi mampu menyelesaikan permasalahan. Untuk itu melalui Ulang Tahun ke-13 kami mengajak semua jemaat dimana saja termasuk jemaat Oelnaibesi bisa l bersama pemerintah dalam mencari solusi akan tiga permasalahan yakni stanting, kemiskinan , dan bemcana .Ketiga masalah ini bisa teratasi jika semua jemaaat berkerja secara manunggal secara bersama-sama pemerintah," ungkapnya.
Diakuinya, pemerintah bukan superriot, namun pemerintah membutuhkan gereja. Karena melalui kebersamaaan yang terjaring erat dengan bersineegi dan berkolaborasi maka dapat mengatasi masalah-masalah tersebut.
" Pemerintah tidak berjalan sendiri tapi pemerintah adalah mitra sejajar dengan gereja. Untuk itu biarkan semua baik itu pemerintah dan gereja bisa bersama-sama beperan membesarkan kerajaan Tuhan di daerah yang kita bangun ini," katanya.
Sementara dalam ibadat syukuran yang dipimpin Pdt. Melsy Thelik Moy melalui khotbahnya mengatakan sesuai dengan isi bacaan yakni tentang perumpamaan antara bea cukai dan orang farisi di bait Allah menggambarkan pada ruang publik atau di ruang suci dimana seoarang farisi terlihat menyonbongkan dirinya dalam saat dalam sebuah doa syukur.
"Tergambar jelas orang farisi lebih menonjolkan ke mewahannya kepada Allah. Di ruang Alllah saja orang sudah begitu angkuh apa lagi di ruang publik atau dalam kehidupan masyarakat. Itulah yang sering terjad dalam kehidupan kita i ketika kita keluar rumah tentunya banyak hal yang akan terjadi.Maka dari itu kita jangan seperti orang farisi ini didepan Allah ia sudah angkuh, sehingga ia kembali dalam rumah dan keluarga tidak dibenarkan Allah," jelasanya.
Beda dengan bea cukai ia menyadari dan membuka diri dengan hanya meminta pengasihan dengan membuka diri secara jujur kepada Allah. Hanya orang yang sadar diri yang dapat membawa damai dalam keluarga.
" Apa lagi dalam mmaknai bulan keluarga, maka saat jika kita keluar rumah cukup perlu ada keterbukaan diri sebab banyak pertarungan pada dunia pekerjaan dengan profesi masing-masing. Banyak hal yang membuat kita jatuh dalam dosa, melalui rasa kesembongan dan keangkuhannya ,'katanya.
Oleh karena itu, dikatanya, Dalam.memaknai 13 tahun gerja Horeb, maka sebagai jemaaat yang mandiri perlu untuk merefleksi diri melalui bacaan terkait perumpamaan bea cukai dan orang farisi seringa ada dalam persekutuan jemaat.
Apa lagi tambahnya , jemaat sudah bergumul dalam pembangunan gereja ini, maka saling merngorwkai diri tanpa menjatuhkan yang lain apa pun ptofesi maupun jabatannya." Saat inj kita diperhadapkan dengan dunia transparan banyak hal kemewahan yang dipamerkan . Untuk itu mari kita memilih seperti bea cukai yang hanya berdiam dari segalah peruvuatanya dengan menjadi orang tangguh rdengan hanya berbuka pada Tuhan.Mari jadilah keluarga yang membuka diri pada Alllah, bukan menyombongkan diri." pesannya.
Diketahui dalam acara syukuran kemandirian jemaat Horeb Horeb Oelnaibesi dan arisan keluarga Allah klasis Sulamu ini selain Asisten III, hadir pula pejabat lain yakni Sekcam Sulamu, perwakilan dari Polsek, Pdt, dan juga para tamu undangan lainya. (mnt)