WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Dari Lahan Tidur Jadi Panen Raya! 115 Hektare di Kupang Cetak Hasil Fantastis

Metronttdewa.com 29-04-2026 || 08:13:15

Potret panen padi

Metronewsntt.com, Kupang – Keberhasilan program optimalisasi lahan (oplah) kembali ditunjukkan melalui panen raya padi seluas 115 hektare di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa (28/4/2026).

Lahan yang dikelola oleh Kelompok Tani Dahulu Rasa tersebut kini seluruhnya memasuki masa panen, menjadi capaian penting dalam upaya peningkatan produksi padi di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Panen raya ini turut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, mulai dari Asisten II Bupati Kupang, Kepala SMK PP Negeri Kupang, BBPP Kupang, BRMP NTT, Camat Kupang Tengah, Kepala Desa Mata Air, hingga Kapolsek Kupang Tengah. Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan kuatnya sinergi dalam mendukung pengembangan pertanian melalui program optimalisasi lahan.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan, optimalisasi lahan menjadi strategi utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan produktif.

“Optimalisasi lahan adalah solusi konkret untuk meningkatkan produksi. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang sebelumnya kurang produktif dapat dimaksimalkan hasilnya,” ujar Mentan.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas petani sebagai faktor kunci keberhasilan.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari peran petani yang terus belajar dan beradaptasi. Pendampingan, pelatihan, serta dukungan teknologi menjadi elemen penting dalam meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Ketua Kelompok Tani Dahulu Rasa, Welhem Nifu, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan panen tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota kelompok serta dukungan pemerintah.

“Seluruh lahan seluas 115 hektare kini siap panen. Ini hasil kerja keras bersama. Kami juga berterima kasih atas bantuan alsintan dan dukungan pupuk dari pemerintah. Harapannya, hasil ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Meski seluruh lahan telah memasuki masa panen, proses panen dilakukan secara bertahap guna menjaga kualitas hasil. Hingga saat ini, sekitar 4 hektare telah dipanen, sementara sisanya akan segera menyusul dalam waktu dekat.

Selain sebagai bentuk keberhasilan, panen raya ini juga menjadi momentum evaluasi pelaksanaan program oplah, khususnya dalam aspek pengelolaan air, pemupukan, dan penerapan teknologi pertanian tepat guna. Evaluasi berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya.

Keberhasilan Kelompok Tani Dahulu Rasa ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kolaborasi antara petani, pemerintah, dan lembaga pendidikan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Panen raya di Desa Mata Air sekaligus menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.((mnt/SMK-PP N KPG/ER)


Baca juga :

Related Post