WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Satu Data untuk Sejahtera: Strategi Besar Bupati Kupang Rombak Sistem Bantuan Sosial di Tahun 2026

Metronttdewa.com 01-04-2026 || 19:31:57

Bupati Kupang, Yosef Lede

Metronewsntt.com, Oelamasi– Bupati Kupang, Yosef Lede, melakukan langkah besar dalam mereformasi sistem penyaluran bantuan sosial di wilayahnya dengan membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Ground Check Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) bagi Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kupang Tahun 2026.

 Bertempat di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Rabu (1/4/2026), momentum ini menjadi titik awal penguatan akurasi data kemiskinan yang lebih terintegrasi dan transparan.

​Dalam arahannya, Yosef Lede menegaskan bahwa kunci keberhasilan pengentasan kemiskinan ekstrem terletak pada keterpaduan data. Pemerintah kini memprioritaskan penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai landasan utama dalam menetapkan seluruh program intervensi, termasuk program unggulan Sekolah Rakyat. 

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa strategi besar pemerintah dalam merombak sistem bantuan sosial benar-benar memberikan dampak nyata dan menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.

​Bupati Yosef tidak menampik bahwa tantangan besar masih membentang, mengingat angka kemiskinan di Kabupaten Kupang saat ini mencapai 20,32%. Angka ini tercatat masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata kemiskinan di tingkat Provinsi NTT maupun nasional. 

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan panggilan bagi seluruh jajaran pemerintah dan tenaga pendamping sosial untuk bersinergi lebih kuat dan bekerja lebih keras dalam melakukan pemutakhiran data guna menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

​Strategi ground check ini memiliki peran vital untuk memastikan bahwa penerima bantuan PBI-JK tepat sasaran, yakni mereka yang berada pada kelompok Desil 1 hingga Desil 5 berdasarkan hasil pemeringkatan kesejahteraan. 

Yosef Lede menekankan bahwa proses verifikasi dan validasi di lapangan bukan sekadar urusan administrasi rutin, melainkan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang adil. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat menjamin bahwa setiap bantuan yang disalurkan menjadi instrumen efektif dalam mengangkat derajat hidup masyarakat.

​Lebih lanjut, Yosef Lede mengajak seluruh pihak, mulai dari BPS, Dinas Sosial, hingga para pendamping PKH di garda terdepan, untuk mengemban tugas ini dengan integritas tinggi dan kejujuran. Kehadiran perangkat kecamatan, desa, dan kelurahan juga diminta untuk mendukung penuh kelancaran tahapan teknis di lapangan. Hal ini menjadi krusial karena setiap intervensi pemerintah hanya akan berhasil jika didasari oleh informasi yang sesuai dengan realitas di tengah masyarakat.

​Menutup sambutannya, Bupati Yosef kembali menekankan pentingnya semangat kolaborasi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam memerangi kemiskinan. 

Dibutuhkan kerja sama yang solid dari para pendamping PKH untuk menyediakan data riil mengenai penduduk kategori miskin dan miskin ekstrem. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan Kabupaten Kupang yang lebih sejahtera. 

Turut hadir mendampingi Bupati dalam acara tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kupang dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang.(mnt)


Baca juga :

Related Post