Potret kegiatan Penanaman dilakukan di area Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.
Metronewsntt.com, Kupang – Pemerintah terus mendorong percepatan masa tanam untuk menjaga ketersediaan pangan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Gerakan Tanam Serentak yang dilaksanakan secara nasional di 19 provinsi dengan total luasan mencapai 1.000 hektare.
Di Kabupaten Kupang, kegiatan ini dipusatkan di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kamis (12/3/2026). Penanaman dilakukan di area Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.
Gerakan tanam ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian, hingga institusi pendidikan vokasi bidang pertanian. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu mempercepat perluasan areal tanam serta memperkuat produksi pangan di daerah.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala SMK PP Negeri Kupang, Kepala BPP Noelbaki, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, para penyuluh pertanian, serta berbagai pihak yang berperan langsung dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan masa tanam menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Menurutnya, pemanfaatan lahan pertanian harus terus dioptimalkan, termasuk melalui pengembangan sawah baru agar produksi padi dapat meningkat secara berkelanjutan.
“Percepatan tanam menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan gerakan tanam serentak juga menjadi momentum untuk memperkuat peran sumber daya manusia pertanian dalam pembangunan sektor pertanian di daerah.
Ia menilai keterlibatan penyuluh serta lembaga pendidikan vokasi pertanian penting untuk meningkatkan kapasitas petani sekaligus mempercepat penerapan teknologi budidaya yang lebih produktif di lapangan.
Melalui kegiatan ini, pemanfaatan lahan sawah rakyat di Kabupaten Kupang diharapkan semakin optimal sehingga dapat meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.(mnt/SMK-PP N KPG/ER)