WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Dukung Swasembada Pangan, Siswa SMK-PP Kementan Pelajari Teknologi Pascapanen Padi

Metronttdewa.com 07-02-2026 || 10:17:47

Pelaksanaan pengelohan gabah kering

Metronewsntt.com, Kupang---Siswa SMK Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Kupang melaksanakan praktik pembelajaran pengolahan pascapanen padi pada Kamis (05/02/2026) dengan memanfaatkan teknologi rice milling sebagai bagian dari penguatan kompetensi vokasi pertanian. 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung program strategis nasional, khususnya percepatan swasembada pangan. Praktik pengolahan pascapanen tersebut diikuti oleh siswa dari kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) yang mempelajari secara langsung tahapan pengolahan gabah menjadi beras, mulai dari proses pembersihan, pengupasan, penyosohan hingga pengemasan hasil produksi menggunakan mesin rice milling yang tersedia di lingkungan sekolah.

​Kegiatan praktik ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis siswa, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan pascapanen yang baik guna menjaga mutu hasil pertanian, mengurangi kehilangan hasil, serta meningkatkan nilai tambah komoditas padi.

 Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa swasembada pangan harus didukung dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan sumber daya manusia pertanian.

 Beliau menyatakan bahwa swasembada pangan tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga harus dibarengi dengan pengelolaan pascapanen yang baik dan modern, di mana peran pendidikan vokasi menjadi sangat strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten.

​Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa SMK-PP sebagai unit pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak SDM pertanian unggul melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik. Penguasaan teknologi seperti rice milling akan membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional. 

Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Bogarth K. Watuwaya, menambahkan bahwa praktik ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum berbasis industri dan kebijakan link and match agar siswa memahami rantai nilai pertanian secara utuh, tidak hanya sekadar menanam dan memanen.

​Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari mengoperasikan mesin hingga berdiskusi mengenai tantangan serta solusi pengolahan pascapanen di daerah.

 Guru pembimbing praktik, Pedro D.S. Martins, menjelaskan bahwa siswa dilatih mulai dari pengaturan mesin, pengendalian mutu beras, hingga perhitungan rendemen hasil. Pengetahuan ini sangat penting agar mereka memahami cara meningkatkan kualitas produk dan efisiensi usaha tani serta menekan kehilangan hasil. 

Dengan terlaksananya praktik ini, SMK-PP Negeri Kupang menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui lulusan yang adaptif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.mnt/SMK-PP N KPG/ER)


Baca juga :

Related Post