Sekretaris DPW Partai Perindo NTT, Arieston Dappa srsang memberilan sambutan pada acara tersebut
Metronewsntt.com, Kupang--- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT) melanjutkan rangkaian kegiatan pendidikan politik dengan fokus menjaring masukan dari berbagai elemen masyarakat. Setelah sebelumnya melibatkan kelompok disabilitas dan mahasiswa, kali ini giliran insan media, LSM, dan mahasiswa yang diundang hadir dalam diskusi yang digelar di Sekretariat DPW Perindo NTT, pada Jumat (12/12/2025).
Sekretaris DPW Partai Perindo NTT, Arieston Dappa, yang mewakili Ketua DPW, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya partai untuk mendapatkan sumbangsih ide, saran, dan masukan konstruktif dari masyarakat luas.
“Kita berharap bahwa ada sumbangsih, saran usul saran bagi kami Partai Perindo ke depan. Masukan-masukan dari teman-teman media sangat penting karena kami yakini bahwa teman-teman media inilah yang langsung bergelut di tengah-tengah masyarakat dan bersentuhan dengan pemangku politik di daerah ini,” ujar Arieston Dappa.
Arieston Dappa menekankan bahwa masukan dari peserta, khususnya rekan media, akan menjadi catatan penting bagi partai dalam merumuskan strategi dan langkah-langkah ke depan.
“Kami ingin menampung feedback dari Bapak Ibu sekalian mengenai tantangan politik atau tahun politik 2029. Apa sih yang akan dilakukan oleh Partai Perindo ke depan?” tambahnya. Kegiatan diskusi ini turut dihadiri oleh jajaran penting DPW Perindo NTT, termasuk Paulus Lobo, Wakil Ketua I DPW Perindo sekaligus satu-satunya Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Perindo yang terpilih dari Dapil 5 (Ngada, Nagekeo, Sikka, Ende, dan Sumba). “Dapil 5 ini signifikan bagi kami di Partai Perindo karena dua kali pemilu, Dapil ini tidak kosong, selalu ada kursi,” jelas Arieston Dappa.
Hadir pula Yosafat Koli, Wakil Ketua DPW Perindo yang merupakan mantan Komisioner KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Ngada. Yosafat Koli direncanakan akan memberikan materi singkat sebagai pengantar diskusi bersama.
Dalam sesi tersebut, Arieston Dappa secara terbuka mengakui tantangan yang dihadapi Partai Perindo. Meskipun memiliki infrastruktur partai yang memadai—termasuk kantor DPW Perindo yang merupakan milik sendiri dan sejumlah unit ambulans di tingkat kabupaten/kota—Partai Perindo belum berhasil melampaui ambang batas parlemen nasional (threshold).
“Kami sadari bahwa kami belum lolos di threshold. Bahkan, suara Perindo menurun. Jika pada Pemilu 2019 kami mendapatkan 6 kursi di tingkat provinsi, pada 2024 kami turun menjadi hanya satu kursi, dan secara nasional persentase suara kami juga turun,” ungkapnya jujur.
Ia menambahkan bahwa secara nasional, Partai Perindo memiliki 31 kursi untuk provinsi, tersebar di 17 provinsi, dan 359 kursi kabupaten/kota yang tersebar di 147 kabupaten/kota. “Ini yang menjadi catatan-catatan kita ke depan, kita juga akan berbenah.
Infrastruktur partai kita tidak masalah. Selain kantor milik sendiri, kita juga punya beberapa unit ambulans yang kita dorong ke kabupaten kota,” tutupnya, sembari berharap masukan dari kegiatan ini dapat memperkuat strategi Partai Perindo dalam menghadapi dinamika politik mendatang.
Sememtara itu, Yosafat Koli, Wakil Ketua 2 DPW Perindo NTT dalam materinya
Partai Perindo menuju Pemilu 2029 peluang dan tantangan menjelaskan sHasil Pemilu 2019 dan 2024 Partai Perindo secara data menggambarkan pada
Pemilu 2019 menunjukkan 3.788.320 suara (2,67%) , belum lolos parliamentary threshol, dan di Pemilu 2024 menunjukan 1.955.154 suara (1,28%) – belum lolos parliamentary threshold dan penurunan signifikan.
Untuk itu Perindo terus melakukan analisis dengan langka strategis guna melakukan pemetaan Provinsi Prioritas Pemenangan 2029 yakni NTT dengan potensi suara tinggi, Jawa Barat dengan pemilih muda dan urban, Banten dengan swing voter besar.Dan Sulawesi Selatan dengan basis UMKM kuat (mnt)