Pose bersama
Metronewsntt.com,Oelamasi – Pemerintah Kabupaten Kupang secara resmi meluncurkan kegiatan sosialisasi One Village One Product (OVOP), sebuah inisiatif strategis untuk mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, ini berlangsung di Kantor Bupati di Oelamasi, Senin (17/11/2025), dan dihadiri oleh Tenaga pendamping profesional, Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Ketua BUMDes se-Kabupaten Kupang.
Sosialisasi ini menjadi momentum penting dalam upaya hilirisasi produk alam non-tambang dan membangun kemandirian ekonomi desa. Bupati Yosef Lede dalam sambutannya menyampaikan pesan Gubernur NTT bahwa program ini sejalan dengan dasa cita pertama Provinsi NTT: "Dari Ladang dan Laut ke Pasar, Efisien, Modern, dan Aman." Dasa cita tersebut diimplementasikan melalui program OVOP yang kini bergerak menjadi One Community One Product (Satu Komunitas Satu Produk).
"Kegiatan ini merupakan bagian penting dari program OVOP, hilirisasi produk-produk alam non tambang, yang sedang kita dorong di seluruh desa. Program OVOP bukan hanya soal meningkatkan nilai tambah produk desa, tetapi juga membangun kemandirian dan kebanggaan masyarakat atas potensi lokal yang dimiliki," jelas Bupati Yosef Lede.
Bupati mengajak seluruh peserta untuk mengikuti sosialisasi ini dengan baik, sehingga ketika kembali ke desa masing-masing, potensi lokal dan sumber daya alam yang melimpah segera diidentifikasi, dipetakan, dan dikelola secara baik. Setiap desa diwajibkan memiliki satu produk lokal yang unik sebagai produk unggulan desa.
Ia menekankan, ketika desa sudah menetapkan produk unggulan, Pemerintah Desa perlu menyampaikannya kepada pemerintah Kabupaten dan Provinsi agar membantu memfasilitasi kelompok melalui pendanaan dan pelatihan.
Dalam upaya percepatan ini, Bupati Yosef Lede juga meminta Lembaga Pendidikan dapat membantu daerah Kabupaten Kupang. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak untuk membangun kerjasama dengan pemerintah, asalkan memberi dampak positif untuk kemajuan desa dan daerah.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber ternama, di antaranya Prof.Dr.Intiyas Utami, SE, M.Si, Ak., CA, CMA., QIA., C.Fra (Rektor Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga), Victor Manek (Kepala Dinas PMD Provinsi NTT), serta perwakilan dari Pimpinan Cabang BPJS Ketenagakerjaan dan Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Provinsi NTT.
Ketua Panitia Penyelenggara, Agustinus Bulu, dalam laporannya menyebutkan, tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan potensi ekonomi di desa melalui pengembangan produk unggulan berbasis kearifan lokal, serta mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal sebagai pilihan produktif, sehingga mengurangi kebutuhan untuk bekerja ke luar daerah atau luar negeri.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya jaminan perlindungan kerja bagi tenaga kerja di desa. Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi mendalam dan sesi diskusi.(mnt)