Pose bersama Wakil Walikota Kupang, Serena C. Francis, dan Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki,
Metronewsntt.com, Kupang– Dua sosok srikandi pemerintahan di Nusa Tenggara Timur, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, dan Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, tampil memukau sebagai narasumber kunci dalam kegiatan Bincang-Bincang Orang Muda, bagian dari Pekan Raya Pemuda Sinode GMIT. Di tengah ratusan pemuda dari 33 klasis yang memadati Bumi Perkemahan CHMK Oematnunu, Kabupaten Kupang, pada Kamis (23/10/2025), keduanya berbagi refleksi mendalam tentang peran generasi muda dalam kepemimpinan dan pelayanan di tengah tantangan zaman.
Kehadiran dua wanita karir yang menduduki posisi strategis ini menjadi sorotan utama, menunjukkan representasi kepemimpinan perempuan muda yang visioner. Mereka tidak hanya berbagi pengalaman di birokrasi, tetapi juga menawarkan pandangan segar tentang pemanfaatan teknologi, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian nilai budaya.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan gereja, dalam memajukan daerah. Ia memaparkan keberhasilan kemitraan Pemkot Kupang dengan GMIT, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan UMKM dan digitalisasi.
"Kami mendukung program gerejawi, termasuk di GMIT. Salah satunya melalui Sunday Market Saboak di Taman Nostalgia," ujar Serena. Ia mengungkapkan bahwa program ini telah memberdayakan lebih dari seratus pelaku UMKM dengan perputaran ekonomi fantastis, mencapai lebih dari Rp 3 miliar hanya dalam 18 minggu.
Lebih lanjut, Serena memperkenalkan program inovatif yang menyentuh isu sensitif: Inakasih (Intervensi bantuan pembalut gratis bagi perempuan prasejahtera). "Pemerintah harus hadir untuk menjawab kebutuhan dasar kesehatan reproduksi yang masih sulit dipenuhi banyak keluarga. Kami terbuka berkolaborasi dengan GMIT dalam edukasi kesehatan dan pelayanan sosial bagi perempuan muda," tegasnya.
Kepada pemuda, Serena berpesan agar berani membawa perubahan positif ke dalam sistem pemerintahan. Ia juga mengingatkan agar pemuda bijak dalam bermedia sosial. "Kita hidup di era satu kali scroll semua informasi bisa didapat. Karena itu, sebelum kita sharing, kita harus saring dulu, agar kesehatan mental tetap terjaga," pesannya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, berbagi kisah personal yang membentuk karakternya sebagai pelayan masyarakat. Ia menekankan bahwa nilai-nilai budaya dan pengalaman hidup adalah fondasi esensial dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.
"Banyak nilai budaya yang tidak terlihat, tetapi tertanam dalam diri kita. Sama seperti dalam pendidikan, kita harus belajar untuk memproses setiap informasi yang kita terima agar tidak mudah terpengaruh," jelas Aurum. Ia mengajak pemuda untuk menggali kembali dan menghidupkan nilai-nilai budaya lokal dalam konteks modern.
Dua pemimpin muda ini juga secara antusias membahas peluang besar bagi pemuda dalam program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut mereka, program ini bukan hanya tentang ketahanan pangan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi lokal. "Anak muda bisa terlibat menjadi mitra penyedia bahan pangan lokal untuk mendukung pelaksanaan program MBG. Ini peluang besar untuk membuka lapangan kerja baru," kata Serena.
Aurum menambahkan, "Sekarang banyak mama-mama yang ikut membantu di dapur MBG dan mendapat penghasilan tambahan. Program ini membuka ruang pemberdayaan yang luas, dan anak muda harus menangkap peluang itu."
Sesi yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan closing statement yang menginspirasi. Serena Francis mengajak pemuda untuk berani menjadi pemimpin yang berprinsip, "Percayalah, ketika kita melakukan hal yang baik, maka kebaikan itu akan datang dengan sendirinya kepada kita. Do good, and good will come to you.
" Melengkapi, Aurum Titu Eki menegaskan bahwa kepemimpinan hadir di setiap lini kehidupan. "Pemimpin tidak dilihat dari jabatan. Dalam keluarga pun, kalau kita mengambil keputusan yang baik, itu sudah kepemimpinan. Kalau kita menyepelekan hal kecil, bagaimana Tuhan mempercayakan hal besar?" tutupnya, memotivasi ratusan pemuda GMIT untuk "Dare to Be a Leader: Bertumbuh, Berbuah, dan Berdampak." (mnt)