WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Mateldius Sanam Dorong Pokja PUG Atasi Kesenjangan Gender

Metronttdewa.com 02-10-2025 || 14:40:34

Pose bersama

Metronewsntt.com, Oelamasi--Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Sanam, pada hari Kamis (2/10/2025) secara resmi membuka kegiatan Penguatan Kapasitas Pengelolaan Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG) Tingkat Kabupaten Kupang Tahun 2025 yang bertempat di aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi.

​Pengarusutamaan Gender (PUG) adalah strategi nasional yang bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh aspek pembangunan. Melalui PUG, kebutuhan, pengalaman, dan aspirasi, baik laki-laki maupun perempuan, diintegrasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan serta program pembangunan daerah.

​Dalam sambutannya, Mateldius Sanam mengungkapkan bahwa meskipun indeks ketimpangan gender di Kabupaten Kupang menunjukkan adanya perbaikan dari tahun ke tahun, masih terdapat sejumlah tantangan signifikan. Tantangan tersebut meliputi tingginya angka kematian ibu dan peningkatan kelahiran di tingkat remaja dari sisi kesehatan reproduksi, masih rendahnya persentase keterwakilan perempuan di parlemen pada bidang pemberdayaan politik, serta kecenderungan penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di sektor ekonomi.

​"Kondisi yang terjadi menunjukkan bahwa kita masih perlu berjuang lebih keras lagi untuk mengurangi kesenjangan gender di Kabupaten Kupang," tegas Mateldius Sanam. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa keberadaan Pokja PUG menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai motor penggerak dan pengawal pelaksanaan PUG di daerah.

​Ia melanjutkan, kegiatan penguatan kapasitas ini memiliki tujuan strategis, yaitu meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kapasitas semua pihak yang terlibat dalam mengelola Pokja PUG. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat mewujudkan terbentuknya focal point gender di setiap perangkat daerah, adanya perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, serta terwujudnya transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam setiap program pembangunan.

​Mateldius Sanam menutup sambutannya dengan menegaskan, "Saya tegaskan bahwa kesetaraan gender bukanlah isu perempuan, melainkan isu pembangunan. Pembangunan akan berkualitas jika mampu memberikan manfaat setara bagi seluruh masyarakat, baik itu laki-laki maupun perempuan." ujarnya.


​Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kupang, Tjokorda Swastika; Perencana Ahli Muda pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi NTT, Widia Sipayung; Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan pada DP2KBP3A Provinsi NTT, Theresia Rabo; serta Direktur Ume Daya Nusantara, salah satu LSM pegiat gender di Kabupaten Kupang, Damaris Tnunay.(mnt)


Baca juga :

Related Post