Pose bersama
Metronewsntt.com, Kupang– Komisi II DPRD Kota Kupang melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Oeba untuk meninjau langsung kondisi fasilitas pemotongan babi pasca viralnya keluhan warga di media sosial, Selasa (27/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ditemukan adanya masalah koordinasi internal di Dinas Pertanian serta sejumlah gangguan lingkungan yang dikeluhkan warga sekitar.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Kupang, Salomon Pellokila yang dikonformasi usai melakukan kunjungan di Kantor DPRD Kota Kupang, menyoroti adanya ketidakjelasan wewenang di internal dinas terkait pengelolaan RPH.
Ia mengungkapkan bahwa Kepala Bidang terkait mengaku tidak mengetahui persoalan yang viral karena kewenangannya diduga telah dicabut oleh Kepala Dinas dan dialihkan kepada staf lain. Menurut Salomon, kondisi ini membuat koordinasi menjadi sulit karena staf yang ditunjuk tidak berani mengambil keputusan, sehingga hal ini menjadi temuan penting terkait status manajerial di dinas tersebut.
Wakil Ketua Komisi II, Robby Kan, menambahkan bahwa meskipun kondisi RPH tampak bersih saat ditinjau, ia menduga hal itu dilakukan karena adanya rencana kunjungan dewan.
Ia meminta Kepala Dinas agar kebersihan tersebut dijaga secara konsisten melalui pemberdayaan pegawai untuk kerja bakti rutin, mengingat dampaknya langsung dirasakan oleh murid sekolah dan warga di sekitar lokasi.
Selain masalah kebersihan, Robby Kan menyampaikan aspirasi warga terkait gangguan suara musik keras dari kendaraan pemuat babi pada dini hari serta aktivitas bengkel motor tidak resmi di area RPH yang meresahkan masyarakat.
Terkait permintaan warga untuk relokasi, Robby menyatakan hal tersebut belum memungkinkan dalam waktu dekat karena kendala anggaran dan prosedur yang rumit, namun ia mendorong perbaikan sanitasi dan drainase melalui mekanisme Musrenbang.
Komisi II menekankan agar Kepala Dinas yang baru lebih banyak berkoordinasi dengan pejabat lama dan tidak mengabaikan peran Kepala Bidang dalam pembagian tanggung jawab.
Dewan berharap adanya semangat gotong royong antara pihak kelurahan, dinas, dan warga untuk menjaga ketertiban di RPH Oeba tanpa harus saling menyalahkan.(mnt)