WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Alarm Pahit dari Ngada: Eldy Kana Gugat Nurani Pemkot Kupang, Hidupkan Lagi Bantuan Perlengkapan Sekolah Demi Keadilan Siswa

Metronttdewa.com 07-02-2026 || 13:42:13

Legislator Demokrat DPRD Kota Kupang, Djuneidi C.Kana

Metronewantt.com, Kupang – Tragedi memilukan yang menimpa seorang siswa SD di Kabupaten Ngada bukan sekadar duka lokal, melainkan tamparan keras bagi wajah pendidikan nasional. Peristiwa ini menjadi 'alarm' pahit yang memaksa pemerintah untuk berhenti menutup mata terhadap realitas kemiskinan di ruang kelas. Sebab, ketika seorang anak harus kehilangan masa depan karena keterbatasan ekonomi, maka saat itulah nurani birokrasi sedang diuji. Tak boleh ada lagi nyawa yang menjadi tumbal hanya karena negara terlambat hadir dalam memberikan perlindungan bagi mereka yang paling rentan.

​Merespons guncangan tersebut, politisi Partai Demokrat Kota Kupang, Djunaidi Kana, secara tegas meminta Pemerintah Kota Kupang untuk tidak lagi abai. Ia mendesak agar program-program pro-rakyat di sektor pendidikan, terutama bantuan pakaian seragam, alat tulis, dan tas sekolah bagi siswa SD serta SMP, segera dihidupkan kembali sebagai langkah konkret pencegahan.

 Pria yang akrab disapa Eldi kepada media ini, Sabtu (7/2/2026) menekankan bahwa melihat kondisi hari ini, sudah saatnya Pemkot memberi perhatian serius pada kebutuhan dasar siswa.

 Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Kupang tersebut menilai bahwa bantuan perlengkapan sekolah bukan sekadar bantuan material, melainkan wujud kehadiran negara dalam menjamin keadilan pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

​Eldi berpendapat bahwa setiap siswa memiliki hak yang sama untuk belajar dengan nyaman di ruang kelas tanpa dibebani rasa minder akibat keterbatasan ekonomi keluarga. 

Ia menegaskan bahwa meskipun anak-anak berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda, di dalam kelas mereka harus sejajar. Kehadiran bantuan ini dianggap akan sangat memengaruhi psikologi anak sehingga mereka lebih percaya diri dan fokus pada kualitas proses belajar-mengajar tanpa tekanan sosial.

​Selain menyoroti pemenuhan fasilitas, Djunaidi Kana juga memberikan perhatian tajam terhadap praktik-praktik pungutan di sekolah yang dinilainya masih kerap terjadi.

 Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang agar lebih tegas mengarahkan kepala sekolah dan ketua komite sekolah untuk tidak membebani orang tua dengan pungutan tambahan yang tidak relevan.

​Ia menekankan bahwa Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus benar-benar direalisasikan sesuai peruntukannya, terutama untuk kebutuhan langsung siswa. Eldi mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya masih menerima laporan mengenai buku paket yang seharusnya dibiayai Dana BOS, namun justru harus dibeli sendiri oleh orang tua siswa. Segala bentuk "hal miring" di sekolah ini wajib menjadi perhatian serius agar tumbuh kembang anak benar-benar terjamin.

​Dorongan ini diharapkan menjadi momentum besar bagi Pemerintah Kota Kupang untuk kembali menata kebijakan pendidikan yang benar-benar berpihak pada anak. Dengan kebijakan yang tepat, diharapkan tidak ada lagi tragedi serupa yang menimpa siswa di daerah lain, sekaligus memastikan setiap anak di Kota Kupang dapat mengenyam pendidikan secara layak dan bermartabat.(mnt)


Baca juga :

Related Post