WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Richard Odja: Keluhan Warga Kota Kupang Wajib Jadi Prioritas Utama dalam APBD Murni 2026 ​

Metronttdewa.com 11-11-2025 || 18:46:23

Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja

Metronewsntt.com, Kupang – Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, menyampaikan harapannya agar seluruh kebutuhan dan keluhan masyarakat Kota Kupang dapat terakomodasi secara maksimal dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2026. 

Hal ini disampaikan menyusul proses perancangan dokumen anggaran yang saat ini tengah dilakukan oleh pemerintah daerah.

​"Pemerintah sementara merancang semua dokumen, sehingga kita menunggu proses perampungan dokumen anggaran untuk APBD Murni nanti di tahun 2026. Saya harap semua yang menjadi keluhan masyarakat, yang menjadi kebutuhan mendasar seperti masalah lampu jalan, infrastruktur, pelayanan kesehatan, ruang kelas sekolah, serta beberapa program pemerintah lainnya dapat menjadi bahan penting yang masuk dalam rancangan APBD 2026." kata legislator Gerindra ini kepada Metronewsntt.com, Selasa (11/11/2025) malam digedung Kantor DPRD Kota Kupang.


​Richard Odja juga menegaskan bahwa hasil penjaringan aspirasi rakyat, yaitu hasil reses DPRD dan hasil Musrenbang dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota, harus menjadi acuan utama dalam penyusunan anggaran.

​Menanggapi adanya  efisiensi Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat dan pertanyaan mengenai kemampuan APBD mengakomodasi semua kebutuhan, Richard Odja menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​"Semoga semua kepentingan masyarakat bisa terakomodir. Terkait TKD yang direncanakan akan diefisiensi, saya minta kepada Dispenda untuk dapat mengoptimalisasi pendapatan daerah," tegasnya. 

Menurutnya, tujuan dari pemerintah pusat adalah mendorong daerah untuk mengoptimalkan potensi-potensi pendapatan yang ada.

​Ketua DPRD mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil pendapatan untuk bekerja lebih keras. 

Ia menyatakan optimisme bahwa target PAD Kota Kupang tahun ini sebesar Rp296 miliar dapat tercapai, bahkan berharap bisa melebihi target (over-target) dalam dua bulan sisa ini.

​"Jika kita bisa over-target, maka beberapa kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang utama itu bisa kita rencanakan bersama pemerintah di Sidang APBD Murni nanti," tambahnya.
​Kepada masyarakat, Richard Odja menyampaikan apresiasi atas tingginya semangat membayar pajak. 

Ia secara khusus meminta masyarakat memanfaatkan program pemerintah berupa penghapusan amnesti denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

​"Ini kesempatan bagi masyarakat yang objek tanahnya sementara dalam denda. Saya minta kepada Bapenda agar masyarakat lebih diberitahukan, disosialisasikan, dan proses pemberian amnesti ini dipermudah supaya masyarakat tidak kesulitan," pungkasnya, mengakhiri wawancara dengan harapan besar: "Semoga PAD kita maksimal. Harapan saya adalah over-target." (mnt)


Baca juga :

Related Post