WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Jadikan Kota Kupang Sehat, Dinkes Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Secara Efetif dan Efisien

Metronewsntt.com 25-07-2022 || 09:17:25

Kadis Kesehatan Kota Kupang, Retnowati

Metronewsntt.com, Kupang- Pemerintah Kota Kupang melalui Kepemimpinan Wali Kota Kupang, Jeffry Riwu Kore  bersama Wakil Walikota Kupang,  Hermanus Man  terus berupaya mendorong perangkat daerah  yang bersentuhan dengan masyarakat secara mendasar  agar dapat memenuhi pelayanan masyarakat secara optimal dan berkesinambungan.


Landasan ini, maka Dinas Kesehatan Kota Kupang sebagai salah satu Dinas yang memiliki peran penting dalam pelaksana program hingga pengawasan kesehatan bagi semua Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang ada untuk terus berupaya meningkatan pelayanan kesehatan  masyarakat secara maksimal melalui pelayanan penyuluhan dan sosialisasi hingga pemeriksaan bagi masyarakat secara baik  akan pentingnya kesehatan.


Dinas Kesehatan yang di nahkoda oleh drg.Retnowati  melalui program kegiatan Dinas Kesehatan terus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat secara efetif dan efisien guna masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara baik dan mandiri.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg.Retnowati yang ditemui belum lama pada sela-sela kegiatan sidang  DPRD di Kantor DPRD Kota Kupang menjelaskan, berkaitan dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tentunya ada ada tiga hal penting yang menjadi pilar utama dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kupang yakni  memberikan pemahaman bagi anggota keluarga akan permasalahan kesehatannya dan   pemenuhan sarana prasarana pelayanan  kesehatan, serta yang terkahir pembiayaannya.


"Untuk keluarga  Dnaa Keehatan perlu megetahui kemana orang secara induvidu atau kelompok keluarga akan berobat, dan sarana prasarana layanan kesehatannya  apa yang harus dilengkapi, apa yang menjadi kewajiban  pemenuhan layanan kesehatan  yang didalam ada 18 program  layanan kesehatan yang harus dipenuhi yakni sarana prasarananya, standar operasional dan prosedurnya, serta kesiapan Sumber Daya Manusianya (SDM) dalam hal ini tenaga kesehatan baik perawat hingga dokter," katanya.


Sementara yang berkaitan dengan pilar utama yang ketiga yakni  pembiayaan. Untuk pembiayaan ini hal yang menjadi utama yang harus dipikirkan dan harus sudah diketahui oleh keluarga jika sakit pembiayaannya dari mana. Jika tergolong masyarakat miskin yang tidak mampu maka harus menjadi peserta BPJS. Dan  jika punya asuransi yang lain diluar  BPJS, maka pembiayaan  itu yang harus  dimanfaatkan. " Hal ini yang menjadi utama sebagai  Konsep Kota Kupang bisa sehat," ujar mantan Kadis BKKBND Kota Kupang ini.


Oleh karena itu, lanjut Retno yang sebelum menjabat sebagai Kadiskes pernah juga menjabat sebagai Kadis Soaial ini, bahwa dalam mencapai semua  maka perlu sebanyak mungkin adanya kontak sehat.Karena upaya dari Dinas Kesehatan sendiri yakni melakukan penyuluhan, sosialisasi, dan  pelaksanaan kegiatan program.


Ia mencontohkan, dalam pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi Dinas Kesehatan melalui Faskes yang ada  saat  ini pentingnya dilakukan tes skrining layanan kesehatan bagi masyarakat yang datang berobat Faskes.


" Tujuan dari tes skrining adalah deteksi dini untuk mengurangi risiko penyakit atau memutuskan metode pengobatan yang paling efektif," katanya.


Selain itu, Dinas Kesehatan juga mendorong adanya peran serta masyarakat dalam melakukan pemeriksaan secara rutin guna bisa mengetahui secara baik akan masalah kesehatan yang dialami.Karena BPJS yang dimiliki tidak dibatasi." Minimal dilakukan dua kali dalam sebelum pemeriksaan, guna saat penyakit yang dialami parah maka tidak perlu terlalu lama penanganannya karena sebelum sudah dilakukan pemeriksaan secara rutin sehingga sudah terdeteksi penyakit yang dialaminya," katanya.


Ia berharap, hal utama yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat adalah setiap keluarga harus sehat dan mandiri.Artinya harus mengetahui kondisi atau pribadinya dari sekarang ada gangguan apa, gejala sakit apa  guna dapat disadari agar dapat  melakukan pemeriksaan rutin sehingga tidak menunggu saat mengalami atau menderita sakit baru dilakukan pemeriksaan yang berdampak pada pembiayaan baik itu melalui BPJS atau asuransi tidak terlalu besar.


" Kalau dilakukan pemeriksaan secara rutin, maka tentunya tidak membutuhkan biaya besar dan penanganan pun dapat dilakukan sedini mungkin akan penyakit yang dideritanya,"katanya.


Sementara disinggung soal berbagai upaya pelayanan  yang dilakukan apakah ada pengeluhan dari masyarakat, Dia mengaku, dilihat dari respon masyarakat belum ada yang pengeluhan.


"Ya Insya Allah hingga saat dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat selama masa kepemimpinan saya dilihat dari respon masyarakat belum ada pengeluhan ketidak puasan dan komplen dari masyarakat," tutupnya.(mnt)

 


Baca juga :

Related Post