WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Sidak Sentra IKM Garam Alak: Pansus Temukan Pabrik Mangkrak, PAD Nihil

Metronttdewa.com 22-04-2026 || 14:13:05

Potret sidak pabrik garam

Metronewsntt.com, Kupang– Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kota Kupang menemukan fakta mengejutkan saat menggelar uji petik lapangan ke Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Garam Beryodium di Kelurahan Penkase-Oeleta, p Alak. Fasilitas pengolahan garam yang diklaim pemerintah masih aktif beroperasi tersebut, nyatanya ditemukan dalam kondisi mangkrak tanpa aktivitas produksi.

​Anggota Pansus DPRD Kota Kupang dari Fraksi PAN, Robby Kan, mengungkapkan kekecewaannya atas ketidaksinkronan antara laporan eksekutif dengan realitas di lapangan.

Hal ini disampaikan Robby saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kota Kupang, Rabu (22/4/2026), usai melakukan peninjauan bersama juru bicara Pansus, Dominggus Kale Hia.

​"Kami ke sana karena menurut Pak Kadis pabrik itu beroperasi. Tapi ternyata sampai di sana tidak ada aktivitas, tidak beroperasi. Padahal kalau dia beroperasi, berarti ada PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk kota kita," tegas Robby dengan nada kecewa.

​Robby menjelaskan bahwa selama ini dalam rapat-rapat koordinasi, pihak dinas terkait selalu meyakinkan dewan bahwa pabrik tersebut berfungsi normal. Namun, temuan di lokasi justru menunjukkan pemandangan yang kontras; mesin-mesin pengolah garam yang dibeli dengan uang rakyat hanya menjadi pajangan.

​"Ini jadi lucu toh? Selama ini kalau kita tanya ke Pak Kadis, jawabannya selalu beroperasi. Tapi saat kami cek, mesinnya ada, jadinya ada, tapi tidak beroperasi. Akibatnya PAD tidak ada, pemasukan untuk daerah nol besar," tambahnya.

​Kondisi ini dinilai sangat merugikan daerah mengingat besarnya anggaran yang telah dikucurkan pemerintah untuk membangun gedung serta pengadaan mesin di Sentra IKM tersebut. Berhentinya operasional pabrik secara otomatis memutus potensi pendapatan yang seharusnya bisa mendongkrak ekonomi Kota Kupang.

​Meski tidak mengikuti peninjauan hingga tuntas karena adanya agenda mendesak lainnya, Robby memastikan inti dari temuan Pansus adalah kegagalan pengelolaan aset. Ia berharap pemerintah segera melakukan evaluasi total terhadap manajemen Sentra IKM Garam tersebut.

​"Intinya tidak beroperasi sehingga tidak ada pendapatan untuk kita. Sangat disayangkan anggaran begitu banyak dipakai untuk membangun, tapi manfaat masuknya untuk daerah itu tidak ada. Harus ada jalan keluar agar ini tidak sia-sia," pungkasnya.(mnt)


Baca juga :

Related Post