Poster
Metronewsntt.com, Kupang – Kupang akan menjadi ruang perjumpaan cerita dan inspirasi dari Papua melalui pemutaran dua film dokumenter produksi Imaji Papua, yang mengangkat realitas kehidupan pemandu wisata Papua serta kekayaan alam di tanah timur Indonesia.
Kegiatan nonton bareng (nobar) ini menghadirkan dua film dokumenter, yakni “Yawa Datum (Sedang Bertumbuh) yang diproduksi tahun 2023 dengan durasi 18 menit dan “Demianus Wasage’s Journey: Touch The Heart of Papua Land” yang diproduksi tahun 2022 dengan durasi 21 menit 26 detik .
Kedua film tersebut tidak hanya menampilkan keindahan alam Papua, tetapi juga merekam denyut kehidupan masyarakat yang tumbuh, bertahan, dan berjuang di tengah keterbatasan.
Acara ini diinisiasi oleh Kamba Art bersama Imaji Papua dan didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kupang. Nobar ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Penyelenggara kegiatan, Ricky Welkis dari Kamba Art, mengatakan bahwa pemutaran film dokumenter ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan masyarakat dengan cerita-cerita dari Papua yang jarang terekspos secara luas.
“Melalui film dokumenter ini, kami ingin menghadirkan Papua lebih dekat kepada masyarakat, bukan hanya keindahan alamnya, tetapi juga kehidupan dan perjuangan masyarakatnya,” ujar Ricky.
Ia berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang diskusi dan pembelajaran bersama tentang nilai kehidupan, budaya, serta pentingnya menjaga alam.
Selain pemutaran film, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan sesi berbagi (sharing session) bersama Nunung Kusmiaty selaku Impact Producer dari Imaji Papua yang akan membagikan pengalaman serta proses kreatif di balik produksi film tersebut.
Kegiatan nobar ini akan digelar Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 18.00 WITA, di Toko Donat Nesia, Jalan Timor Raya Oesao, Kampung Baru, Kabupaten Kupang.
Lebih dari sekadar tontonan, film-film yang ditayangkan menghadirkan potret nyata tentang harapan, perjuangan, dan hubungan manusia dengan alam yang sering kali luput dari perhatian publik.
Di tengah derasnya arus informasi, kegiatan seperti ini menjadi penting sebagai jembatan untuk menghadirkan suara-suara dari daerah yang jarang terdengar, sekaligus mengingatkan bahwa setiap sudut Indonesia memiliki cerita yang layak untuk didengar, dipahami, dan dihargai bersama.(mnt/*)