WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Perumda Pasar Kota Kupang Matangkan Rencana Relokasi TPS Depan Kantor Lurah Fatubesi

Metronttdewa.com 11-03-2026 || 17:09:49

Dirut Perumda Pasar Kota Kupang, Ganda Raymond Tadjo Tallo

Metronewsntt.com, Kupang–Perumda Pasar Kota Kupang tengah merencanakan relokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang berlokasi tepat di depan Kantor Lurah Fatubesi.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, mengingat posisi TPS saat ini berada tepat di akses utama warga yang hendak menuju kantor pelayanan publik, sekolah, maupun rumah ibadah.

​Rencana relokasi ini sejalan dengan harapan Lurah Fatubesi, Anak Agung Putera, yang menegaskan bahwa posisi TPS saat ini sangat mengganggu mobilitas warga dalam pengurusan administrasi di kantor lurah.

 Selain menghambat akses pelayanan publik, keberadaan tumpukan sampah tersebut juga dinilai mengganggu kekhusyukan warga yang hendak beribadah ke pura serta kenyamanan para siswa yang bersekolah di sekitar lokasi tersebut.

​Senada dengan hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Ikhsan Darwis, meminta agar masalah kebersihan di titik tersebut menjadi prioritas utama. Sebagai mitra kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), legislator Partai Golkar ini menyoroti dampak negatif polusi udara yang menyengat, terutama jika pengangkutan sampah mengalami keterlambatan.

 Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu produktivitas pegawai kantor lurah serta kenyamanan lingkungan pendidikan, sehingga menuntut penanganan yang lebih serius dan terpadu.

​Menanggapi aspirasi tersebut, Direktur Utama Perumda Pasar Kota Kupang, Ganda Raymond Tadjo Tallo, saat dikonfirmasi pada Rabu (11/3/2026), mengungkapkan bahwa rencana pemindahan telah menjadi fokus utama setelah dilakukan tinjauan lapangan dan koordinasi dengan pihak kelurahan. 

Ia menjelaskan bahwa pemindahan ini sangat mendesak, namun prosesnya memerlukan persiapan lahan yang lebih layak. ​"Tantangan utama yang kami hadapi saat ini adalah adanya alih fungsi lahan di area yang seharusnya menjadi zona parkir dan TPS. Banyak pedagang yang keluar dari los untuk berjualan di area terbuka, sehingga kami harus melakukan tahapan pengosongan area dan pergeseran pedagang terlebih dahulu sebelum penataan TPS baru dilaksanakan," ujar Raymond.

​Secara teknis, pihak Perumda Pasar telah bersurat kepada DLHK terkait perencanaan pembangunan TPS mandiri dan berharap dapat segera berkoordinasi untuk pengadaan kontainer sampah agar tersedia wadah penampungan yang lebih tertata.

 Raymond menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan persoalan ini agar aktivitas publik tidak lagi terganggu. ​"Kami terus memetakan lokasi yang paling tepat agar produksi sampah pasar ke depannya tidak lagi mengganggu estetika maupun kenyamanan di pusat aktivitas warga, tempat ibadah, serta lingkungan pendidikan di wilayah Fatubesi," tutupnya.(mnt)


Baca juga :

Related Post