WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Carut-Marut Sampah Pasar, DPRD Kupang Desak Koordinasi Cepat Perumda-DLHK

Metronttdewa.com 20-02-2026 || 11:47:55

Potret kondisi sampah menumpuk dinpasar Oebobo, Jumat (20/2/2026)

Metronewsntt.com, ​Kupang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang meminta Perumda Pasar untuk segera membangun koordinasi yang baik dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) guna menangani masalah sampah di tiga pasar besar secara tuntas.

 Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Elbert Manafe, saat dikonfimrasi media pada Jumat (20/2/2026). Ia menjelaskan bahwa koordinasi ini sangat diperlukan agar sampah yang ada tidak lagi menumpuk hingga tercecer yang selama ini terkesan menjadi momok bagi masyarakat.

​Berdasarkan pantauan lapangan di lokasi Pasar Oebobo, tumpukan sampah memang terlihat cukup banyak. Bahkan, dua kontainer sampah yang tersedia di lokasi tersebut sudah tidak mampu lagi menampung volume sampah yang ada, sehingga meluap ke area sekitarnya. 

Kondisi ini, Legilator Demokrat  yang menekankan pentingnya mencari sebuah solusi konkret untuk mengetahui penyebab utama penumpukan tersebut, apakah karena kurangnya armada pengangkutan atau kendala teknis lainnya.


​Ia berharap langkah-langkah strategis segera diambil dalam penanganan sampah di pasar agar aktivitas perdagangan tidak terganggu.

 Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang sekaligus Dewan Pengawas Perumda Pasar sebelumnya telah menginstruksikan perombakan total pada sistem pengelolaan sampah di kawasan pasar tradisional sebagai respons cepat untuk menjaga kenyamanan masyarakat saat mengakses fasilitas publik.

​Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefri Pelt, menjelaskan di ruang kerjanya pada Kamis (5/2/2026) bahwa dalam rapat koordinasi awal tahun, ia menekankan bahwa pasar adalah jantung ekonomi sekaligus tempat pelayanan publik yang vital. 

Oleh karena itu, kondisi sampah yang tidak terurus tidak boleh lagi menjadi pemandangan sehari-hari. Mengingat produksi sampah pasar terjadi tanpa henti, Perumda Pasar diminta untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada skema pengangkutan rutin dinas, melainkan beralih ke pengelolaan mandiri yang lebih responsif.

​Ia meminta Perumda memfokuskan perombakan sistem ini pada lima pasar utama di Kota Kupang, yakni Pasar Inpres Naikoten, Pasar Oebobo, Pasar Penfui, Pasar Oeba, dan Pasar Koenino. Perumda Pasar didorong untuk mengkaji kebutuhan armada angkutan sendiri agar dapat melakukan distribusi sampah langsung ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) tanpa harus menunggu antrean armada dari DLHK. 

Dengan koordinasi yang tepat, kemandirian armada ini diharapkan mampu memastikan seluruh area pasar tetap bersih sepanjang waktu aktivitas perdagangan berlangsung.(mnt)


Baca juga :

Related Post