WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Perkuat Kebijakan Berbasis Data, Pemkot Kupang dan Undana Jalin Sinergi Strategis

Metronttdewa.com 19-02-2026 || 18:13:13

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis sedang berbincang dengan Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, bersama jajaran pimpinan kampus di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Kamis (19/2/2026).

Metronewsntt.com, Kupang– Pemerintah Kota Kupang berkomitmen memperkuat landasan kebijakan pembangunan melalui sinergi strategis dengan dunia akademik. Langkah ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, saat menerima audiensi Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, bersama jajaran pimpinan kampus di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Kamis (19/2/2026).

 Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan riset akademis dengan implementasi kebijakan publik yang lebih terukur dan tepat sasaran.

​Dalam kesempatan tersebut, Serena mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang saat ini fokus pada tiga sektor utama: penguatan ekonomi berbasis UMKM, reformasi birokrasi, dan penanganan sampah. Menuju tahun 2026, Pemkot Kupang menargetkan capaian pembangunan yang berbasis pada data dan kajian ilmiah yang valid. 

Oleh karena itu, kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat dari Undana dinilai sangat krusial agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah memiliki landasan teori dan analisis yang kuat dari para pakar.
​Sinergi ini juga menyasar pada peningkatan kualitas SDM aparatur sebagai motor penggerak reformasi birokrasi. Serena menyambut baik tawaran program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan percepatan studi S2 bagi ASN yang diajukan oleh Undana.


Menurutnya, prinsip right man on the right place hanya bisa dicapai jika para aparatur memiliki kompetensi akademik yang mumpuni. Informasi terkait peningkatan kapasitas ASN ini akan segera dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar dapat diakses secara maksimal oleh pegawai di lingkungan Pemkot Kupang.

​Selain penguatan internal birokrasi, kolaborasi ini juga menyentuh aspek ekonomi kreatif dan digitalisasi.  Serena memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan mahasiswa Undana dalam membantu UMKM lokal melalui kompetensi digital marketing dan pembuatan konten kreatif. Upaya ini dipandang sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong ekonomi berbasis masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. 

Di sisi lain, Undana juga menawarkan solusi konkret berupa teknologi pengolahan sampah non-organik menjadi produk bernilai guna seperti bahan bakar, paving block, hingga furnitur, yang diharapkan dapat menjadi jawaban atas tantangan lingkungan di Kota Kupang.

​Sebagai bentuk komitmen nyata, Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengalokasikan dana pendampingan senilai Rp1 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut akan dialokasikan melalui berbagai program penelitian dan pengabdian masyarakat yang difokuskan pada isu-isu strategis kota. Dengan kekuatan lebih dari 2.000 dosen dan tenaga kependidikan, Undana ingin memastikan filosofi "Kampus Berdampak" benar-benar dirasakan oleh masyarakat sejak tahap perencanaan pembangunan, bukan sekadar dalam bentuk publikasi ilmiah.

​Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh jajaran Wakil Rektor Undana, Kepala LP3M, dan Kepala Biro Perencanaan Undana. Sementara Wakil Wali Kota didampingi oleh Staf Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Pauto W. Neno, serta Plt. Kabag Kerja Sama, Djoni Bire. Mengakhiri pertemuan, kedua pihak sepakat untuk membangun komunikasi yang lebih fleksibel dan intensif. Sinergi lintas sektor ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi strategis untuk memastikan arah pembangunan Kota Kupang ke depan semakin inovatif, transparan, dan berbasis pada data yang akurat.(mnt)


Baca juga :

Related Post