Wakil Ketua D0RD Kota Kupang, Jabir Marola
Metronewsntt.com, Kupang---Menyusul intensitas curah hujan yang meningkat signifikan dalam sepekan terakhir, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang meminta Pemerintah Kota Kupang melalui instansi teknis untuk segera meningkatkan status kesiapsiagaan di seluruh wilayah. Fokus utama diminta tertuju pada titik-titik yang secara geografisrawan banjir dan tanah longsor guna mencegah jatuhnya korban jiwa maupun kerugian materiil bagi masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola, kepada Metronewsntt.com pada Kamis (19/2/2026).
Legislator dari Partai NasDem ini menekankan bahwa langkah mitigasi harus dilakukan secara proaktif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait lainnya diminta aktif memantau kondisi kali (sungai) serta mengawasi kondisi tanah di wilayah bantaran kali, sekaligus memastikan seluruh sistem peringatan dini dalam kondisi siap fungsi.
Sejalan dengan kewaspadaan terhadap banjir dan longsor, Ia juga meminta BPBD segera merespons cepat keluhan masyarakat terkait keberadaan pohon-pohon besar yang rimbun karena sangat membahayakan keselamatan.
Jabir mengungkapkan bahwa dalam agenda reses, warga mengeluhkan lambatnya respons instansi terkait dalam menindaklanjuti permintaan pemangkasan pohon-pohon besar yang rimbun yang rawan tumbang atau patah, khususnya di Kelurahan Air Nona dan Kelurahan Oeba. Hal ini krusial untuk segera ditangani mengingat cuaca ekstrem yang disertai angin kencang berisiko tinggi mencelakai pengguna jalan atau menimpa bangunan warga.
Selain kesiapan teknis di lapangan, koordinasi lintas sektor antara BPBD dengan aparat di tingkat kecamatan hingga kelurahan juga menjadi perhatian serius untuk mempercepat alur informasi mengenai potensi bahaya.
Jabir turut mengingatkan agar proses pembersihan dahan pohon dilakukan dengan tuntas. Sisa-sisa pemotongan jangan sampai dibiarkan berserakan karena dapat mengganggu arus lalu lintas atau menyumbat saluran drainase yang justru memicu genangan air atau banjir.
Di akhir pernyataannya, ia mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di bantaran kali maupun di area dengan pepohonan besar, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mandiri.
Ia berharap dengan adanya sinergi antara laporan warga yang cepat dan respons petugas yang tanggap, seluruh potensi risiko bencana di musim penghujan ini dapat diminimalisir sedini mungkin.(mnt)