Sekda Kota Kupang, Jeffry Pelt dan Kadis Kenersihan, Maahury
Metronewsntt.com, Kupang--Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi melalui peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Dalam taklimatnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden memaparkan bahwa sampah telah menjadi masalah krusial dengan proyeksi bahwa hampir seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) paling lambat pada tahun 2028.
Kepala Negara menegaskan bahwa tantangan ini memerlukan perhatian segera karena dampaknya yang akan sangat terasa dalam waktu dekat.
Menanggapi instruksi strategis tersebut, Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan langkah mitigasi konkret yang tertuang dalam panduan kerja daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefry Pelt, menyatakan bahwa penanganan sampah di Kota Kupang saat ini dipandu oleh roadmap strategis yang terus diakselerasi implementasinya.
Menurutnya, sejauh ini pelaksanaan roadmap tersebut berjalan dengan baik dan konsisten, bahkan Pemerintah Kota telah memperkuat struktur pengawasan dengan membentuk Satgas Sampah hingga ke tingkat kelurahan.
Sebagai bagian dari komitmen perbaikan berkelanjutan, Jefry Pelt mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam pada bulan Februari ini mengingat program tersebut sudah berjalan hampir satu tahun. Hal ini disampaikannya saat ditemui media di ruang kerjanya pada Kamis (5/2/2026).
Evaluasi tersebut tidak hanya mencakup persoalan sampah semata, tetapi juga menyasar seluruh program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, termasuk sinkronisasi program strategis nasional yang dilaksanakan di daerah demi memastikan keselarasan dengan arahan Presiden.
Hasil evaluasi pelaksanaan roadmap penanganan sampah ini nantinya akan memetakan kendala yang ada untuk kemudian dituangkan ke dalam sebuah memo kebijakan sebagai langkah perbaikan sistemik.
" Berdasarkan pemantauan awal per tiga bulan, sempat teridentifikasi adanya kekurangan bak sampah di beberapa titik lokasi. Namun, hal tersebut telah ditangani dan didistribusikan melalui dukungan APBD serta kolaborasi bantuan dari pihak perbankan dan komunitas peduli lingkungan." jelas Jefry.
Selain infrastruktur, tambah Jefry evaluasi ini juga bertujuan untuk melihat efektivitas alur kerja yang ada di lapangan guna menentukan apakah diperlukan revisi prosedur atau tambahan strategi baru agar hasil yang dicapai lebih optimal.
Sejauh ini, volume sampah di Kota Kupang terpantau sudah berkurang secara signifikan. Untuk menjaga momentum tersebut, Sekda bersama Asisten 1 dan Asisten 2 terus memimpin rapat koordinasi dengan para Camat dan Lurah guna memastikan penguatan penanganan sampah tetap berjalan konsisten sesuai dengan visi pembangunan lingkungan yang telah ditetapkan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Max Maahury, secara terpisah menjelaskan bahwa pelaksanaan roadmap tersebut sejauh ini berjalan dengan baik dan konsisten. Pemerintah Kota bahkan telah memperkuat struktur pengawasan dengan membentuk Satgas Sampah hingga ke tingkat kelurahan.
Upaya ini, kata Max membuahkan hasil nyata yang terlihat dari data penurunan volume sampah yang diangkut ke TPA Alak. Jika sebelumnya sampah yang masuk mencapai 165 ton per hari, saat ini angka tersebut telah menurun menjadi sekitar 158 ton per hari.
Max Maahury menjelaskan bahwa pengurangan volume ini terjadi seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah untuk dibawa ke Bank Sampah maupun fasilitas pengelolaan sampah lainnya.
Selain faktor kesadaran warga, penurunan beban TPA ini didukung secara signifikan oleh peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah di hilir. Saat ini, jumlah Bank Sampah aktif di Kota Kupang telah bertambah dari 12 unit menjadi 19 unit, ditambah dengan peran aktif dari 15 komunitas pengumpul sampah daur ulang yang tersebar di berbagai wilayah.
Untuk itu, tambah Max menjaga marwah Kota Kupang sebagai "Kota Kasih", DLHK terus memastikan efektivitas alur kerja di lapangan dengan melakukan penanganan intensif pada area-area yang rawan penumpukan sampah.
Dalam kaitan ini, Ia menghimbau agar masyarakat memiliki kepedulian tinggi dengan membuang sampah pada tempatnya, yakni di kontainer yang telah disediakan pada area-area Tempat Pembuangan Sementara (TPS), demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat sejalan dengan visi Indonesia ASRI.(mnt)