Potret penilaian Pohon Natal Jemaat Imanuel Oesao dipertigaan Cabang Oesao oleh panitia, Rabu (17/12/2025).malam
Metronewsntt.com, Oelamasi-- Di tengah hiruk-pikuk pertigaan Oesao, sebuah pemandangan istimewa berdiri tegak mencuri perhatian setiap mata yang melintas. Bukan sekadar hiasan musiman, pohon Natal milik Jemaat Imanuel Oesao ini hadir sebagai simbol kasih yang abadi, sebuah nyala di tengah kegelapan yang membawa pesan damai serta harapan bagi setiap hati yang memandangnya.
Kehadiran pohon ini menjadi representasi mendalam dari partisipasi jemaat dalam ajang Lomba Pohon Natal tingkat Kabupaten Kupang tahun 2025.
Momen penilaian yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025) menjadi sangat berkesan saat naskah refleksi puitis dikumandangkan oleh Ina Manafe-Leba dan Gebby Manoe.
Di hadapan dewan juri, pimpinan Jemaat GMIT Imanuel Oesao, serta masyarakat yang antusias menyaksikan, lantunan syair tersebut menegaskan bahwa cahaya terang yang memancar dari pohon ini melambangkan kehadiran Yesus Kristus sebagai Terang Dunia. Kehadirannya datang untuk menembus kesuraman hidup dan mengajak semua orang merenungkan kembali esensi Natal yang sesungguhnya di tengah tantangan zaman.
Lebih dari sekadar estetika, pohon ini membawa pesan batiniah bahwa Natal sejati tidak terletak pada kemegahan fisik di ruang tamu, melainkan pada kehadiran Kristus di kedalaman hati manusia. Melalui simbolisme ini, masyarakat diingatkan akan nilai cinta dan kerendahan hati, meneladani Sang Bayi yang terbaring bersahaja di palungan Betlehem.
Setiap elemen yang tersemat memiliki filosofi; struktur yang menjulang tinggi melambangkan harapan yang abadi, sementara kelap-kelip lampu dimaknai sebagai cahaya Kristus yang tak lelah menerangi langkah dunia.
Di balik keindahan visualnya, terdapat dedikasi tangan-tangan jemaat yang menghias setiap sudut dengan penuh kasih. Meski tampak sederhana, di dalamnya tersimpan doa-doa tanpa suara dan perjuangan kolektif yang dititipkan melalui kerja keras seluruh jemaat.
Dari ketulusan inilah lahir sebuah pelajaran berharga bahwa Natal adalah perayaan tentang cinta yang tak bertepi. Persembahan tulus dari Jemaat Imanuel Oesao ini menjadi pengingat bahwa melalui kebersamaan, Natal tidak akan pernah kehilangan maknanya yang paling dalam.
Kemeriahan kegiatan ini semakin terasa saat panitia penilai tiba di lokasi. Mereka disambut hangat dengan tarian adat kolaborasi yang dibawakan dengan anggun oleh putri-putri Jemaat Imanuel Oesao.
Suasana penuh kegembiraan tersebut kian memuncak ketika tembakan petasan mulai menghiasi langit malam di pertigaan cabang Oesao, menciptakan perpaduan antara tradisi, iman, dan sukacita yang semarak di bawah sinar pohon Natal yang megah.(mnt)