WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Langkah Proaktif Pemkot Kupang Berbuah Apresiasi Pusat, Stabilitas Harga Nataru Terjaga

Metronttdewa.com 16-12-2025 || 22:51:03

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, melakukan sidak dan monitoring intensif ke pasar dan gudang Bulog pada Selasa (16/12/2025).

Metronewsntt.com, Kupang---Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menerima apresiasi tinggi dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) atas langkah proaktif dan tanggap dalam menstabilkan harga serta mengendalikan inflasi menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). 

Apresiasi ini disampaikan setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kupang, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, melakukan sidak dan monitoring intensif ke pasar dan gudang Bulog pada Selasa (16/12/2025). 

Tim gabungan tersebut melibatkan unsur penting dari , Bank Indonesia (BI), Kejaksaan Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial, dan Perumda Pasar
​Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disprindag) Kota Kupang, Alfred A. Lakabela, mengonfirmasi bahwa hasil pemantauan yang dilakukan  tim gabungan ini dihadiri pula Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag secara langsung menunjukkan kondisi  harga di kebutuhan pokon masih  sangat kondusif.

 Ia menjelaskan, secara garis besar, Kota Kupang belum mengalami gejolak kenaikan harga sembako yang sangat tinggi. Harga-harga sembako, termasuk komoditas krusial seperti bawang dan cabai rawit (lombok), masih berada pada tataran normal. Meskipun beras dilaporkan mengalami kenaikan, peningkatannya dinilai tidak terlalu besar. 

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag secara khusus memberikan apresiasi kepada Pemkot Kupang atas pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi menjelang Nataru. Program ini terbukti berhasil menstabilkan harga dan menjadi respons cepat terhadap kenaikan inflasi Kota Kupang dari 1,87\% pada bulan Oktober menjadi 2,67\% pada bulan November.

​Dalam sidak terpisah di gudang Bulog, dipastikan bahwa stok beras untuk Nataru di Nusa Tenggara Timur (NTT) berada pada posisi lebih dari cukup. Stok beras saat ini mencapai \mathbf{13.000} ton, dan diperkirakan akan ada tambahan signifikan sekitar \mathbf{28.000} ton beras yang akan datang dalam waktu dekat. Stok melimpah ini dipastikan dapat memenuhi kebutuhan tidak hanya untuk Nataru, tetapi juga hingga perayaan Idul Fitri.

​Mengenai arahan dari pusat, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag berpesan agar Pemkot Kupang ke depan dapat mempertimbangkan pemberian insentif tertentu bagi transportasi, khususnya yang berkaitan dengan pengangkutan sembako ke pasar-pasar. 

Langkah ini dianggap penting untuk mencegah lonjakan harga besar yang mungkin dispekulasi oleh produsen.

Sedangkan disinggung soal terkait isu minyak tanah bersubsidi, Pemkot Kupang telah bertindak tegas menindaklanjuti lebih dari lima laporan masyarakat mengenai penyalahgunaan oleh pangkalan, yaitu penjualan kepada pihak ketiga atau pebisnis. Pemkot bersama Pol PP sudah melakukan monitoring, evaluasi, dan memberikan peringatan keras. 

Pangkalan yang mengulangi pelanggaran akan dikenakan sanksi yang sangat tegas. Dilaporkan bahwa laporan masyarakat tentang masalah minyak tanah sudah mulai berkurang menjelang hari raya ini, mengindikasikan bahwa distribusi kepada masyarakat kini sudah mulai normal.

​Terakhir, Pemerintah Kota Kupang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena stok sembako, khususnya beras, telah terjamin. Pemkot memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang selama periode Nataru.(mnt)


Baca juga :

Related Post