Potret
Metronewsntt.com, Kupang– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang atas respons cepat dan langkah konkret dalam menanggapi isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang terjadi belakangan ini.
Gerakan cepat Pemkot, yang diinisiasi melalui pertemuan bersama pihak Pertamina, dinilai sebagai upaya nyata untuk mengurai secara jelas akar permasalahan di balik antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kupang.
Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja, menyampaikan apresiasinya dan membeberkan hasil awal yang diperoleh dari tindak lanjut Pemkot.
"Kami berharap melalui pertemuan persoalan BBM di Kota Kupang dapat teratasi. Sesuai laporan yang diterima, penyebab utama kelangkaan BBM khusus Solar adalah adanya pengurangan kuota yang telah ditetapkan untuk Kota Kupang," kata Richard Odja, Legislator dari Fraksi Gerindra, digedung DPRD, Rabu (19/11/2025).
Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan Solar, mengingat tingginya jumlah kendaraan yang menggunakannya serta kebutuhan krusial bagi sektor produktif seperti petani maupun nelayan.
Senada, Anggota DPRD Kota Kupang, Vicky Dimoe Heo, juga memberikan sanjungan, menyebut respons cepat Pemkot melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) sebagai langkah nyata pemerintah atas persoalan yang dihadapi warga, terkhusus pemilik kendaraan.
"Kami sebagai DPRD patut mengapresiasi Pemerintah melalui Disperindag yang mampu melihat persoalan yang terjadi di lapangan dengan adanya antrean panjang kendaraan di setiap SPBU di Kota Kupang, lalu langsung secara cepat meresponnya," tutup Legislator dari PDI Perjuangan tersebut. (mnt)