Potret realisasi keluahan warga dalam.reses
Metronewsntt.com, Kupang---Menjawab keluhan warga yang disampaikan selama masa reses tahap I, legislator dari Partai Hanura, Mokrianus Lay, mengambil langkah cepat dengan merealisasikan langsung sejumlah kebutuhan mendesak di Daerah Pemilihannya (Dapil).
Bantuan ini diberikan secara pribadi sebagai tindak lanjut spontan atas aspirasi yang ia terima, tanpa menunggu proses alokasi anggaran pemerintah yang seringkali memakan waktu lama..
Mokris Lay, sapaan akrab Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kota Kupang, menuturkan bahwa dari hasil reses di beberapa titik, ia menemukan banyak keluhan yang sebenarnya sederhana namun mendesak, seperti kebutuhan kursi untuk kegiatan warga dan perbaikan jalan setapak.
"Memang tidak seberapa harganya, tetapi saya berusaha membantu masyarakat dengan cara saya sendiri," ujar Mokris Lay saat dikonfirmasi pada Rabu (12/11/2025). "Karena kalau kami menunggu pemerintah, dalam artian anggaran pemerintah, tentunya lama. Sedangkan kebutuhan warga itu mendesak."
Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang ini menjelaskan, bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan di tiap lokasi.
"Ada beberapa tempat yang kami bantu secara spontan. Contohnya, untuk pembuatan jalan setapak, kami sumbangkan material berupa pasir satu rit dan beberapa sak semen," jelasnya.
Selain material, Mokris Lay juga menyerahkan bantuan berupa kursi untuk warga. Bantuan ini diserahkan melalui Ketua RT setempat agar dapat dikelola dan dimanfaatkan secara bersama-sama oleh seluruh warga di lingkungan tersebut.
"Iya, kursi itu diserahkan ke pihak RT, supaya saat ada kegiatan di lingkungan, warga bisa menggunakannya. Ibaratnya, ini untuk meringankan beban warga dalam kegiatan-kegiatan keluarga, agar mengurangi biaya pinjaman ke tempat usaha tenda atau kursi," katanya.
Mokris menegaskan, apa yang dilakukannya murni sebagai bentuk kepedulian dan bukan untuk mencari popularitas. "Ini adalah bagian dari cara kami membantu meringankan beban masyarakat, sekaligus juga meringankan beban pemerintah," tuturnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa untuk keluhan-keluhan warga yang membutuhkan penanganan lebih besar dan anggaran yang signifikan, pihaknya akan tetap memperjuangkannya melalui jalur resmi.
"Untuk keluhan yang membutuhkan biaya besar, seperti perbaikan jalan atau infrastruktur lain, tentu akan kami usulkan dalam sidang anggaran murni agar dapat diakomodir oleh pemerintah," pungkasnya. (mnt)