Tim medis dari Puskesmas Soliu bersama anggota Polsek Amfoang Utara di lokasi TKP
Metronewsntt.com, Oelamasi-- Suasana damai di Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, mendadak diselimuti duka pada Selasa (11/11/2025) siang. Bernadus Buknoni (53) ditemukan tewas mengenaskan setelah terjatuh dari pohon kelapa setinggi 15 meter.
Korban diduga kuat kehilangan keseimbangan karena berada di bawah pengaruh minuman beralkohol tradisional, sopi, saat sedang memotong rangkaian buah kelapa.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita ini pertama kali disaksikan oleh Obet Taemnanu (15), yang melihat korban sudah tergeletak terlentang tanpa baju di bawah pohon kelapa. Saksi segera memanggil Ketua RT setempat, Yunus Taemnanu (51), dan setelah memastikan korban tidak bernyawa, mereka melaporkan kejadian tragis ini ke Pospol Amfoang Barat Laut.
Tim medis dari Puskesmas Soliu bersama anggota Polsek Amfoang Utara tiba di lokasi pukul 15.30 Wita. Hasil pemeriksaan luar jenazah menunjukkan kondisi yang mengerikan, termasuk darah keluar dari hidung, leher patah, lebam pada telinga, serta luka lecet di punggung belakang.
Tim medis menyimpulkan Bernadus meninggal dunia seketika akibat cedera kepala berat dan patah leher yang disebabkan oleh benturan keras dari ketinggian. Di lokasi kejadian, ditemukan sekitar 55 buah kelapa yang berhasil dipanen, satu tas karung, dan parang.
Kapolsek Amfoang Utara melalui Waka Polsek Ipda Hironimus Neni, S.H., membenarkan insiden tersebut. “Dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga jatuh karena kehilangan keseimbangan saat memanjat pohon kelapa dalam kondisi mabuk akibat mengonsumsi minuman keras jenis sopi,” jelasnya.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, S.I.K., S.H., menyampaikan duka mendalam dan memberikan peringatan keras kepada masyarakat
. “Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami mengingatkan agar tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi seperti memanjat pohon dalam kondisi tidak fit, apalagi di bawah pengaruh alkohol. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegas Kapolres.
Jenazah Bernadus Buknoni kini telah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan di Desa Oelfatu.(mnt)