WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Santai Menyapa, Serius Bekerja: Djuneidi C. Kana Selesaikan PR Reses Jelang Pembahasan Anggaran.

Metronttdewa.com 01-11-2025 || 13:31:49

Reses 1 anggota DPRD Kota Kupang, Djuneidi C Kana

Metronewsntt.com, Kupang– Meninggalkan sejenak hiruk pikuk parlemen, dengan pembawaan yang sederhana dan sapaan yang selalu santun, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Djuneidi C. Kana kembali menyentuh basis konstituennya. Reses Tahap I ini bukan sekadar kunjungan, melainkan ajang "jemput bola" aspirasi yang sangat vital, karena menjadi bekal utama Djuneidi jelang pembahasan Anggaran Murni Tahun 2025-2026 yang akan bergulir minggu depan.

 Kunjungan ini difokuskan untuk menampung masukan warga sekaligus memberikan laporan tindak lanjut dari aspirasi reses sebelumnya. Anggota Dewan asal Fraksi Demokrat tersebut menekankan urgensi pertemuan ini, "Pembahasan Anggaran Murni akan kita mulai awal bulan ini. Oleh karena itu, masukan-masukan dari warga hari ini sangat penting untuk kita alokasikan dalam anggaran tahun 2025-2026," ujarnya dalam reses, Sabtu (1/11/2025) di RT 23 Kelurahan Maulafa.

Dalam pertemuan tersebut, Djuneidi atau yang akrab disapa Eldy yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Kupang menyampaikan  bahwa beberapa permohonan bantuan untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tindak lanjut reses tahap III telah direalisasikan.

Dan  mengenai permintaan lampu jalan, meskipun alokasi penuh belum tersedia, Eldy memastikan upaya awal telah dilakukan dengan pengadaan "cicilan" berupa sembilan tiang baru dan menjanjikan pemasangan lampu akan diusulkan dalam program kegiatan di Anggaran Murni 2025-2026 melalui bagian PLTU.

 Program prioritas utama yang diangkat adalah pembangunan akses jalan lingkungan yang menghubungkan RT 22, RT 23, dan RT 33. Jalan ini dinilai krusial sebagai jalur alternatif dan untuk mempermudah mobilisasi warga, di mana minimal akan ada tiga akses alternatif. Namun, upaya pembukaan jalan tembus sepanjang sekitar 150 meter ini masih terkendala persetujuan dari satu pemilik lahan, meski komunikasi dengan pemilik lahan lainnya sudah mencapai kesepakatan.

 "Kami terus berupaya mencapai kesepakatan pembebasan lahan sehingga jalan di perumahan bisa segera dibuka. Jika anggaran lebih tersedia bulan depan atau masuk di Anggaran Murni, jalan ini pasti terhubung," terangnya. 

Menutup pembicaraan, Eldy berharap seluruh aspirasi dapat diperjuangkan, namun ia juga memberikan catatan penting: masyarakat harus memiliki kesepakatan bersama mengenai lokasi kegiatan yang diusulkan dan dilaksanakan.

"Jika masih ada persoalan di lapangan,  maka program yang sudah disetujui akan sulit diekseskusi kembali lagi," tutupnya, menekankan pentingnya sinergi dan komitmen warga.(mnt)


Baca juga :

Related Post