Korbam sedang memdapat perwatan di puskesmas
Metronewsntt.com, Kupang---Kepanikan dan ketakutan menyelimuti Kelurahan Bello, Kota Kupang, setelah seekor anjing galak kembali meneror warga. Dalam satu hari, Minggu (19/10/2025), jumlah korban gigitan melonjak drastis menjadi tujuh orang, termasuk anak-anak.
Insiden ini menegaskan bahwa anjing hitam yang diduga sama dengan pelaku serangan sebelumnya masih berkeliaran bebas, mengubah kawasan RW 03 menjadi zona bahaya.
Suasana di sekitar RT 007 mendadak mencekam. Warga yang semula beraktivitas biasa langsung panik saat anjing berwarna hitam itu muncul dan menyerang siapa saja yang melintas. “Empat orang lagi kena gigit tadi pagi, jadi total tujuh orang,” ungkap Anton Tuan, warga setempat.
Ia buru-buru mengevakuasi korban ke rumah sakit, menyuarakan kekhawatiran yang sama. “Kami khawatir sekali. Kalau tidak segera ditangani, korban pasti akan semakin banyak. Ini sudah seperti teror.”ujarnya.
Dampak serangan terasa langsung: kabar tentang teror "Si Hitam" menyebar cepat, membuat orang tua memilih mengurung anak-anak mereka di rumah. Jalanan kecil sekitar lokasi kejadian mendadak lengang, seolah-olah kawasan itu di bawah jam malam darurat. Tujuh korban gigitan, termasuk dua remaja berusia 14 tahun, Anita Tuan dan Jastin, kini telah dilarikan ke Rumah Sakit Boromeus Kupang dan dilaporkan dalam kondisi stabil. Namun, trauma dan kekhawatiran akan penularan rabies menjadi momok tak terhindarkan.
Ketua RW 003, Goris Takene, menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat untuk mengambil langkah cepat. “Kami minta warga tenang tapi tetap waspada. Penanganan harus dilakukan oleh petugas berwenang dengan peralatan lengkap.
Jangan nekat tangkap sendiri, itu sangat berbahaya,” tegasnya. Meskipun muncul desakan agar pemilik anjing bertanggung jawab, tokoh masyarakat Ambros Kuba mengingatkan agar amarah tidak mengarah pada tindakan anarkis.
“Yang paling penting adalah keselamatan warga dan pencegahan rabies,” ujarnya, menyerukan pendekatan yang manusiawi dan prosedural.
Warga kini menggantungkan harapan pada pemerintah kota. Pihak kelurahan bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Kupang didesak untuk segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan rabies terhadap hewan penyerang dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan vaksinasi yang tuntas.
Sebagai langkah darurat, Goris Takene mengeluarkan imbauan mendesak: anak-anak dan lansia dilarang keluar rumah, warga diminta menghindari lokasi kejadian, dan pemilik anjing wajib mengurung hewan peliharaannya.
Warga Bello berharap teror yang telah melumpuhkan aktivitas dan menimbulkan trauma ini dapat diakhiri segera oleh langkah tegas dan cepat dari pihak berwenang.(mnt)