Berbalut selendang sabu di kepala Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, duduk dipanggung bersila kaki sambil mencicipi gula sabu yang disimpan di anyaman daun tuak atau disebut :Haik
Metronewsntt.com, Kupang– Pemerintah Kota Kupang melalui Kelurahan Airnona menggelar Event Budaya Etnis Sabu di halaman rumah Bapak Gabriel Gena, RT 03/RW 01, Jumat (22/8/2025)
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat kelurahan.
Turut hadir Anggota DPRD Kota Kupang, Ahmad Talib, Camat Kota Raja, Lurah Airnona, Lurah se-Kecamatan Kotaraja, Kapolsek Kota Raja, Ketua LPM, para tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh jajaran panitia pelaksana, serta warga Kelurahan Airnona.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan untuk hadir bersama warga dalam suasana yang penuh semangat dan kekeluargaan.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, Lurah Airnona, dan masyarakat yang telah menunjukkan kerja sama luar biasa dalam menyelenggarakan kegiatan budaya ini.
"Acara ini bukan hanya ajang perayaan, tetapi juga bentuk nyata dari pelestarian budaya yang harus kita jaga bersama. Budaya adalah identitas kita sebagai bangsa. Jika budaya hilang, maka hilanglah jati diri kita," ujar Wali Kota.
Wali Kota menekankan bahwa kegiatan kebudayaan seperti ini juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat bahwa pelestarian budaya tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan spiritual, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal.
"Ketika ada keramaian seperti ini, masyarakat berkumpul, dan para pelaku UMKM bisa memanfaatkan momen untuk berjualan. Di situlah ekonomi rakyat mulai bergerak. Kita ingin menciptakan ekosistem di mana budaya hidup, dan ekonomi pun ikut tumbuh," jelasnya.
Wali Kota juga menginformasikan bahwa pada tahun ini, Pemkot telah menyelesaikan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 960 meter di berbagai titik di Kelurahan Airnona, sebagai bagian dari pemerataan pembangunan.
Sebagai bentuk penghormatan, pembukaan acara ditandai dengan prosesi pemakaian pakaian adat Sabu kepada Wali Kota Kupang, diikuti dengan ritual makan dan minum secara adat sebagai simbol ucapan selamat datang dan penerimaan masyarakat terhadap tamu kehormatan.
"Kalau kita jalan sendiri, kita hanya setetes air. Tapi kalau kita jalan bersama, kita jadi samudera luas. Mari kita jaga budaya kita, mari kita dorong ekonomi kita, dan kita bangun Kota Kupang yang lebih baik, bersama-sama," pungkasnya.(mnt)