WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Transformasi Digital Pasar Tradisional: Perumda Pasar Dorong Literasi Keuangan dan Transaksi Nontunai

Metronttdewa.com 23-10-2026 || 07:48:47

Potret transaksi digital yqng dilakukan dipasar

Metronewsntt.com, Kupang — Penerapan sistem transaksi digital atau pembayaran nontunai kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dan keharusan bagi seluruh ekosistem perdagangan modern. Perubahan tren ini menuntut pasar tradisional untuk beradaptasi agar para pedagang mampu menguasai literasi digital dan keuangan.

​Menjawab tantangan tersebut, Perumda Pasar Kota Kupang terus berupaya mendorong para pelaku usaha di pasar tradisional yang dikelolanya untuk beralih ke sistem transaksi digital.

​"Perubahan tren ini mendorong kami untuk menerapkannya di pasar tradisional, agar para pedagang mampu beradaptasi serta menguasai literasi digital dan keuangan," kata Direktur Utama Perumda Pasar, Ganda Raymond Tadjo Tallo, saat dikonfimrasi, Kamis  (22/10/2026).

​Ia menjelaskan, sebagai langkah strategis dalam akselerasi digitalisasi ini, Perumda Pasar menggandeng sejumlah institusi perbankan. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penyediaan alat transaksi digital semata, tetapi juga bertujuan membuka ruang peningkatan kapasitas bagi para pedagang.

​Sejumlah langkah konkret pun telah diimplementasikan di beberapa pasar utama di Kota Kupang. Pasar Oeobo dijadikan sebagai prototipe utama untuk penerapan sistem retribusi digital, di mana penggunaan sistem pembayaran retribusi melalui kartu pedagang telah berjalan 100 persen.

 Sementara itu, di Pasar Kasih, penerapan Virtual Account untuk pembayaran sewa kios telah berjalan berkat kerja sama dengan Bank Mandiri Taspen, lengkap dengan kegiatan sosialisasi, edukasi, serta pembukaan rekening bagi para penyewa kios.

​"Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak perbankan memberikan berbagai kemudahan, seperti pembukaan rekening Bank NTT secara gratis serta pembebasan biaya administrasi penggunaan QRIS bagi pedagang," ungkap Ganda.

​Ganda menegaskan bahwa kolaborasi ini turut dirancang untuk mengakomodasi aspirasi para pedagang. Melalui rekening dan sistem digital tersebut, para pedagang tidak hanya mendapatkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga memperoleh edukasi penting mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, strategi menghindari dan melawan praktik rentenir, serta pencatatan keuangan yang baik guna memperluas akses ke perbankan untuk pengembangan modal usaha.

​Penerapan sistem digital ini dilakukan secara bertahap dan beriringan, disertai evaluasi berkala setiap bulan bersama mitra perbankan seperti Bank Mandiri Taspen dan Bank NTT.

​"Ke depan, Perumda Pasar telah menyiapkan roadmap hingga tahun 2027 yang akan melibatkan pendampingan dari kalangan akademisi, seperti Universitas Nusa Cendana (Undana) dan perguruan tinggi lainnya, guna memperkuat edukasi literasi keuangan yang lebih mendalam dan inklusif bagi pedagang," pungkasnya.

​Ia berharap transformasi ini mampu memberikan dampak luas, baik bagi para pedagang maupun konsumen yang kini semakin siap menikmati kemudahan pembayaran secara digital di pasar tradisional.(mnt)


Baca juga :

Related Post