Camat Kelapa Lina, I Wayan Gede Astawa
Metronewsntt.com, Kupang– Pemerintah Kecamatan Kelapa Lima terus memperkuat upaya penanganan masalah kesehatan gizi buruk, stunting, dan kesehatan ibu hamil di wilayahnya melalui penguatan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Langkah strategis ini dilakukan melalui kerja kolaborasi intensif antara pemerintah kecamatan dan puskesmas guna memastikan setiap sasaran mendapatkan intervensi nutrisi yang tepat, termasuk penggunaan Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK) berupa susu khusus bagi balita stunting sebagai langkah percepatan penurunan angka prevalensi di tingkat lapangan.
Camat Kelapa Lima, I Wayan Gede Astawa,Junat (10/4/2026) kepada media ini menjelaskan, bahwa intervensi ini didasarkan pada pemetaan data gizi tahun 2025 yang menunjukkan sebaran angka stunting di wilayah Kecamatan Kelapa Lima.
Berdasarkan data tersebut, prevalensi stunting di Kelurahan Kelapa Lima tercatat sebanyak 112 anak (19,51%), Oesapa 285 anak (24,53%), Oesapa Barat 147 anak (26,73%), Oesapa Selatan 21 anak (15,91%), dan Lasiana sebanyak 226 anak (28,28%), dengan total cakupan di tingkat puskesmas mencapai 791 anak atau sekitar 24,58%.
"Data ini menjadi acuan kami untuk bergerak lebih tepat sasaran. Dengan penggunaan susu PKMK bagi balita stunting, kami ingin memastikan ada percepatan pemulihan kondisi fisik anak-anak kita secara medis dan berkelanjutan," ujar I Wayan
Berdasarkan data hasil intervensi terbaru, pada kelompok Balita T terdapat 1.175 anak yang diintervensi dengan hasil 962 anak (81,87%) mengalami kenaikan berat badan, sementara pada kelompok Balita U, dari 200 anak yang diintervensi, sebanyak 169 anak (84,5%) berhasil naik berat badannya. I Wayan Astawa menambahkan,
"Kami sangat bersyukur melihat progres di lapangan, terutama pada Balita U di mana 105 anak atau 52,5 persen telah berhasil berubah status gizinya menjadi gizi baik. Ini menunjukkan bahwa intervensi PMT yang kita lakukan bersama puskesmas berada di jalur yang benar."kata I Wayan.
Capaian positif juga terlihat nyata pada penanganan balita gizi kurang, di mana dari 550 balita yang mendapatkan intervensi PMT, sebanyak 475 anak atau 85% mengalami kenaikan berat badan, dengan 379 anak di antaranya telah berhasil beralih ke status gizi normal.
Selain balita, perhatian terhadap Ibu Hamil dengan kategori Kekurangan Energi Kronis (KEK) juga menunjukkan hasil memuaskan, di mana 100% dari 80 sasaran mengalami kenaikan berat badan dan statusnya menjadi normal.
"Meski program PMT bagi ibu hamil belum sepenuhnya selesai, data mingguan menunjukkan progres yang sangat baik. Kami akan terus mengawal koordinasi ini agar target Kelapa Lima bebas gizi buruk dan penurunan stunting yang signifikan dapat segera terwujud," pungkasnya.(mnt)