Potret
Metronewsntt.com,Kupang– Wajah Pasar Oeba kini dibayangi ancaman sanitasi serius akibat saluran drainase yang mampet dan dipenuhi sampah plastik hingga menyisakan genangan air hitam pekat yang menakutkan. Ironinya, kondisi kumuh di area los ini tetap bertahan di tengah penagihan retribusi kebersihan yang rutin berjalan, memicu desakan kuat agar Perumda Pasar segera melakukan aksi nyata ketimbang membiarkan infrastruktur pasar terus membusuk. Masalah kebersihan di pasar tradisional ini memang masih menjadi persoalan besar yang memerlukan penanganan serius dari Perumda Pasar sebagai perusahaan daerah yang dipercayakan Pemerintah Daerah untuk mengelola pusat-pusat perniagaan utama di kota ini.
Sejatinya, indikator kebersihan sebuah pasar tidak boleh hanya bertumpu pada keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) atau sekadar kepatuhan pedagang dalam mengumpulkan sampah pada satu titik.
Persoalan yang jauh lebih krusial adalah kondisi drainase atau saluran pembuangan air yang berada langsung di sekitar los tempat pedagang dan pembeli berinteraksi.
Di Pasar Oeba, khususnya di wilayah Kelurahan Fatubesi, Sabtu (15/3/2026) terpantau kondisi drainase ini justru menjadi pusat kekhawatiran karena air yang tertampung di dalamnya tidak lagi mengalir, melainkan berubah menjadi kubangan limbah berwarna hitam pekat akibat sedimentasi sampah plastik dan sisa-sisa organik yang membusuk.
Kondisi visual air yang hitam dan statis tersebut memberikan kesan kumuh sekaligus mengancam kesehatan masyarakat di lingkungan pasar.
Hal ini memicu pertanyaan besar terkait alokasi dana retribusi kebersihan yang terus dipungut dari para pedagang setiap harinya. Tanpa adanya langkah normalisasi atau pembersihan saluran secara berkala, keberadaan Perumda Pasar dinilai belum menyentuh substansi pengelolaan pasar yang sehat dan manusiawi.
Masyarakat kini menuntut adanya perbaikan nyata pada infrastruktur drainase agar fungsi pasar sebagai pusat ekonomi tidak lagi terganggu oleh "momok" kebersihan yang mengancam kesehatan publik.(mnt)