Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang Neda Ridla Lalay
Metronewsntt.com, Kupang– Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat komitmennya dalam mengejar target penurunan angka prevalensi stunting melalui langkah-langkah strategis yang lebih terukur. Upaya untuk memastikan setiap anak di Kota Kupang tumbuh sehat kini difokuskan pada sinkronisasi data serta perencanaan yang matang demi hasil yang lebih optimal.
Langkah proaktif pemerintah ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Ridla Lalay, Kamis (12/3/2026). Namun, Srikandi Partai NasDem ini memberikan catatan penting agar pemerintah melakukan verifikasi data secara akurat di lapangan.
Menurutnya, validitas data adalah kunci utama agar alokasi anggaran stunting benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata dalam mengubah status tumbuh kembang anak.
Ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara kolaboratif dengan anggaran yang tersinkronisasi dengan baik demi menghindari tumpang tindih program antar instansi.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Pelt, saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi Stunting di Hotel Kristal, Rabu (11/3/2026), menegaskan tiga pilar utama dalam penanganan stunting ke depan. Pertama, setiap kebijakan harus berpijak pada analisis situasi berbasis bukti dengan memetakan secara presisi lokasi dan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi.
Kedua, Jeffry menginstruksikan agar seluruh program dan anggaran penanganan stunting saling terhubung dan diarahkan pada satu prioritas yang sama, sehingga tidak ada lagi program yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi. Ketiga, Pemerintah Kota Kupang akan memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi berbasis digital.
Hal ini dilakukan agar setiap perkembangan di lapangan dapat dipantau secara rutin, transparan, dan akuntabel guna memastikan keberhasilan program bagi kesehatan generasi masa depan di Kota Kupang.(mnt)