WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Kota Kupang Bersolek: Menjemput Asa Kebersihan Lewat Sinergi Komunitas

Metronttdewa.com 01-03-2026 || 11:33:09

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo

Metronewsntt.com, Kupang---​Wajah Kota Kupang memang tengah bersolek. Namun, di balik upaya Pemerintah Kota yang telah menggulirkan berbagai program—mulai dari pembagian ribuan bak sampah hingga penyusunan roadmap penanganan—persoalan sampah tampaknya masih menjadi "kerikil dalam sepatu" yang belum memberikan dampak nyata secara menyeluruh.

​Realita pahit ini terungkap jelas dalam riuh keluhan warga saat masa reses Sidang II. Di tengah padatnya kota yang dihuni oleh kurang lebih 441.821 jiwa, aroma tak sedap dari tumpukan sampah masih seringkali menjadi poin utama yang diadukan kepada wakil rakyat. Tantangan ini besar, namun sang nahkoda kota tidak memilih untuk berpangku tangan.

​Menyadari bahwa memerangi sampah tak bisa dilakukan sendirian, Pemerintah Kota Kupang kini melahirkan sebuah sinergi baru yang lebih menyentuh akar rumput. Dengan menggandeng Komunitas Beta Bersih (KBB), diluncurkanlah inisiatif Kebersihan Antar Kelurahan dengan total hadiah mencapai Rp100 juta. Peluncuran berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (27/2/2026).

​Hadir dalam acara launching tersebut, Ketua Satgas Lomba Komunitas Beta Bersih, Irsan Dardana beserta jajaran. Turut mendampingi Wali Kota, para Staf Ahli, para Asisten Sekda, segenap kepala perangkat daerah, serta para camat dan lurah se-Kota Kupang. Ini bukan sekadar gerakan seremonial, melainkan sebuah aksi kolaboratif yang menempatkan warga sebagai ujung tombak perubahan lingkungan.

​Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi mendalam kepada Komunitas Beta Bersih yang dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata, bukan hanya lewat gagasan, tetapi juga tenaga dan materi.

 “Mereka tidak bertanya apa yang negara berikan kepada mereka, tetapi apa yang bisa mereka berikan untuk negara. Bahkan total hadiah Rp100 juta ini bukan angka kecil. Ini bukti cinta untuk Kota Kupang,” tegasnya.

​Wali Kota bahkan mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat swadaya masyarakat yang mulai tumbuh. 

Menurutnya, kegiatan yang dipenuhi semangat kolaborasi ini menjadi penegasan bahwa persoalan sampah tidak bisa ditangani pemerintah semata. “Inilah semangat kolaborasi. Kota tidak bisa maju kalau hanya wali kota yang bergerak. Kota maju kalau warganya ikut bergerak,” ujarnya.

​Menurut dr. Chris, nama “Beta Bersih” memiliki makna mendalam. Kata “beta” berarti saya, sebuah filosofi bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. “Bukan tunggu pemerintah, bukan tunggu orang lain. Mulai dari beta. Kalau kita mau maju, semua harus dimulai dari diri sendiri,” katanya.

 Ia menegaskan, lomba ini bukan semata mencari kelurahan terbersih, melainkan membangun kesadaran kolektif. Tujuannya adalah mengubah kalimat ‘itu bukan tugas saya’ menjadi ‘ini beta punya tanggung jawab’.

​Demi menjaga integritas gerakan ini, Wali Kota meminta tim juri dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk menilai secara objektif dan adil. Ketua Satgas Lomba, Irsan Dardana, menjelaskan bahwa komunitas ini lahir dari keresahan melihat persoalan sampah usai pelantikan Wali Kota pada Februari 2025. “Kami sadar kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga warga yang memproduksi sampah itu sendiri,” ujarnya.

​Sebagai bentuk dukungan nyata sebelumnya, KBB telah menggelar aksi “Kupang Bersinar” dengan mengerahkan 31 armada dan 3 truk fuso, ditambah 27 armada dari DLHK. Untuk lomba tahun ini, telah disepakati tiga kriteria utama penilaian, yakni: kebersihan lingkungan (jalan, trotoar, sungai, dan drainase), kebersihan tempat pembuangan sementara (TPS), serta kebersihan kantor kelurahan.

​Inilah babak baru bagi Kota Kupang; sebuah pembuktian bahwa kebersihan kota adalah tanggung jawab kolektif yang harus diperjuangkan bahu-membahu. Lomba ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung gerakan nasional kebersihan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri demi mewujudkan Indonesia Bersih.

Untuk lomba kebersihan tahun ini, KBB dan DLHK menyepakati tiga kriteria utama:
1. Kebersihan lingkungan (jalan, trotoar, fasilitas umum, lahan kosong, sungai, dan drainase).
2. Kebersihan tempat pembuangan sementara (TPS).
3. Kebersihan kantor kelurahan.

Selain juara 1, 2, dan 3, panitia juga menyiapkan juara harapan 1, 2, dan 3, dengan total hadiah Rp100 juta sebagai bentuk motivasi. Lomba ini sekaligus mendukung gerakan nasional kebersihan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang gerakan Indonesia bersih.(mnt)


Baca juga :

Related Post