WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Pulihkan Ekonomi Pesisir, Wali Kota Kupang Usulkan Dua Kampung Nelayan Merah Putih

Metronttdewa.com 25-02-2026 || 20:04:50

Wali Kota Kupang sedang menyampaikan ususlan ke.mentari KKP

Metronewsntt.com, ​Kupang– Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan wilayah pesisir sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Dalam pertemuan strategis bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, di Kantor Gubernur NTT, Rabu (25/2/2026), Wali Kota secara langsung mengusulkan agar Kelurahan Lasiana dan Kelurahan Oesapa masuk dalam prioritas Program Kampung Nelayan Merah Putih.

​Langkah ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah kota dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pesisir. dr. Christian menjelaskan bahwa kedua lokasi tersebut telah memenuhi kriteria teknis, mulai dari administrasi yang lengkap hingga status lahan yang sudah clean and clear. Tim verifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun telah meninjau langsung kesiapan di lapangan.

​“Kami mohon ini bisa menjadi prioritas. Semua persyaratan sudah siap, tinggal dukungan percepatan dari pusat. Kami percaya bahwa membangun pesisir berarti membangun masa depan. Laut adalah sumber kehidupan, maka nelayan harus menjadi prioritas kesejahteraan,” tegas Wali Kota.

​Potensi di Kelurahan Lasiana menjadi salah satu alasan kuat usulan ini. Dengan luas kawasan 9,3 hektare dan populasi mencapai 900 nelayan, Lasiana tercatat mampu menghasilkan produksi ikan hingga 350 ton per tahun. Namun, produktivitas tersebut belum optimal akibat kerusakan peralatan pasca-bencana. Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, diharapkan infrastruktur dan sarana prasarana nelayan dapat segera diperkuat.

​Wali Kota juga menegaskan kesiapan penuh Pemerintah Kota Kupang untuk berkolaborasi, mulai dari penyediaan lahan, dukungan regulasi, hingga pendampingan intensif bagi para nelayan. Baginya, program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya berkelanjutan untuk menjamin masa depan ekonomi keluarga nelayan di Kota Kupang.

​Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, memberikan respons positif. Ia langsung menginstruksikan Dirjen Perikanan Tangkap beserta jajaran untuk segera menindaklanjuti usulan Pemkot Kupang, mengingat kesiapan lahan sudah terjamin. Menteri menegaskan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden untuk membangun ekonomi dari bawah agar lebih produktif dan berdaya saing.

​“Targetnya bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi kesejahteraan masyarakat. Kawasan pesisir harus menjadi pusat produksi dan industri perikanan berkelanjutan,” ujar Menteri Trenggono. 

Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan di NTT menjadi perhatian khusus, dengan rencana perluasan jangkauan program pada tahun 2026.

​Selain pengembangan kampung nelayan, KKP juga mendorong NTT menjadi sentra produksi garam nasional dengan target swasembada pada akhir 2027, serta pengembangan budidaya udang dan rumput laut modern untuk meningkatkan neraca perdagangan daerah.

​Apresiasi senada disampaikan oleh Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum. Menurutnya, perhatian besar dari pemerintah pusat melalui KKP sangat krusial dalam membuka lapangan kerja dan berkontribusi langsung pada penurunan angka kemiskinan serta pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.(mnt)


Baca juga :

Related Post