WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Meski Kasus Turun Signifikan, Ketua Komisi IV Ingatkan Dinkes dan Puskesmas Proaktif Antisipasi DBD

Metronttdewa.com 23-02-2026 || 14:18:25

Ketua komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Lalay

Metronewsntt.com, Kupang--​Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Lalay, kembali mengingatkan pentingnya sikap proaktif dari Dinas Kesehatan beserta jajaran Puskesmas dalam mengantisipasi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah musim penghujan. 

Hal ini disampaikannya Srikandi NasDem tersebut kepada media di gedung kantor DPRD Kota Kupang, Senin (23/2/2026).

​Ia menjelaskan, meskipun kehadiran program nyamuk Wolbachia diakui telah memberikan kontribusi positif dalam menekan angka kasus, tingginya curah hujan saat ini menciptakan banyak genangan air yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk. Oleh karena itu, beliau mendorong pihak Puskesmas untuk lebih spesifik dalam mengawasi dan memberikan peringatan kepada warga sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam menutup rapat wadah penampungan air dan tong sampah di area tempat tinggal mereka.

​Lebih lanjut, Neda Lalay menegaskan bahwa peran Puskesmas tidak boleh terbatas pada pelayanan administrasi di loket atau penanganan pasien di dalam gedung saja. Puskesmas diharapkan turut terjun langsung dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan bakti sosial, seperti program Jumat Bersih, guna memastikan kondisi lapangan tetap terpantau dengan baik.

​"Dengan pembagian tugas yang tepat antara petugas pelayanan umum dan petugas lapangan, keterlibatan aktif ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dini sehingga penyebaran DBD di Kota Kupang dapat ditekan secara maksimal selama musim hujan berlangsung," tutupnya.

​Sementara itu sebelumnya Kadis Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati mengatakan bahwa hingga awal tahun 2026, terjadi penurunan total kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sangat signifikan hingga 60 persen di wilayahnya. Ditemui di ruang kerjanya belum lama ini, drg. Retnowati menjelaskan bahwa dampak positif program ini juga terlihat dari angka rujukan ke rumah sakit (hospitality) yang merosot tajam hingga 71 persen.

​Teknologi Wolbachia bekerja dengan cara melumpuhkan kemampuan virus Dengue untuk bereplikasi di dalam tubuh nyamuk, sehingga virus tidak dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan. Lebih lanjut Beliau mengatakan, dampaknya, meskipun masih ditemukan warga yang mengalami demam, gejalanya kini jauh lebih ringan dan tidak lagi mencapai fase kritis seperti perdarahan perifer yang membahayakan jiwa.

​"Keberhasilan ini menempatkan Kota Kupang sebagai wilayah dengan hasil terbaik di antara lima kota pilot project di Indonesia," ujar drg. Retnowati.(mnt)


Baca juga :

Related Post