WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Jalan Protokol Jadi Intaian Maut, Simon Dima dan Dicky Tallo Desak Pemerintah Bertindak Sebelum Jatuh Korban

Metronttdewa.com 11-02-2026 || 14:03:20

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Kupang, Simon Dima dan anggota Fraksi, Dicky Tallo

Metronewsntt.com, Kupang– Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Kupang sekaligus Ketua DPD PAN Kota Kupang, Simon Dima, mendesak Pemerintah Kota Kupang untuk segera melakukan langkah antisipatif terhadap ancaman pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem.

 Simon menyoroti kondisi pepohonan yang rapuh, terutama jenis pohon Sepe di sepanjang Jalan Piet A. Tallo dan Jalan Frans Seda, yang dinilai sangat membahayakan keselamatan warga saat musim hujan dan angin kencang.

​Simon menegaskan bahwa pemangkasan pohon harus segera dilakukan agar tumbuh lebih rapi dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun menyebabkan kecelakaan.

 Ia mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu adanya korban atau "tumbal" sebelum mengambil tindakan nyata.

 Menurutnya, pemangkasan ini merupakan kebutuhan mendesak untuk menjamin keamanan masyarakat yang melintasi jalur-jalur protokol tersebut.

​Lebih lanjut, Simon mendorong agar instruksi pembersihan dan pemangkasan ini datang langsung dari Walikota Kupang, tidak hanya bergantung pada inisiatif Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Dengan adanya perintah langsung dari pimpinan daerah, diharapkan penanganan pohon-pohon rapuh di wilayah kota dapat dilakukan secara lebih cepat, menyeluruh, dan prioritas sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Fraksi PAN dari Komisi III, Dicky Tallo, mengungkapkan bahwa peringatan mengenai kerawanan pohon tumbang dan ranting yang membahayakan pengendara sebenarnya sudah diingatkan kepada DLHK dan BPBD sejak tahun lalu. 

Dicky menekankan bahwa memasuki musim hujan, perapian pohon di jalan-jalan utama harus menjadi prioritas. 

Selain masalah pohon, ia juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang banyak mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi dan drainase yang tidak berfungsi optimal.

 Ia bahkan menceritakan bahwa di daerah pemilihannya di Alak, warga terpaksa melakukan swadaya untuk memperbaiki jalan yang rusak karena lambatnya respon pemerintah, padahal jalur tersebut merupakan urat nadi transportasi logistik barang dan jasa.(mnt)


Baca juga :

Related Post