WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Wali Kota Christian Widodo: Aturan dan Kemanusiaan Harus Sejalan dalam Jaga Toleransi di Kota Kupang

Metronttdewa.com 07-02-2026 || 09:37:44

Walikota Kupqng,Christian Widodo

Metronewsntt.com, ​Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kunci utama dalam menjaga predikat Kota Kupang sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia adalah dengan menyelaraskan ketegasan aturan hukum dengan pendekatan kemanusiaan yang menyentuh hati. 

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bertema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial” yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara daring, Rabu (4/2/2026).

​Berbicara dari Ruang Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, dr. Christian memaparkan bahwa komitmen menjaga harmoni di "Kota Kasih" bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang terukur. Sejak tahun 2018, Kota Kupang secara konsisten bertahan dalam jajaran sepuluh besar Indeks Kota Toleran dan meraih penghargaan Cita Kota Damai dan Inklusif dari Menteri Dalam Negeri. Baginya, penghargaan tersebut adalah tanggung jawab besar untuk terus mempraktikkan manajemen konflik yang bijak dan berkeadilan.

​Dalam kesempatan tersebut, dr. Christian membagikan pengalaman konkret Pemerintah Kota Kupang dalam menangani isu sensitif, seperti pembangunan rumah ibadah yang belum memenuhi kelengkapan izin. 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah mengambil posisi sebagai penengah yang adil dengan menghentikan sementara aktivitas pembangunan demi kepatuhan regulasi, namun tetap membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi semua pihak. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada kelompok yang merasa didiskriminasi sekaligus mencegah potensi konflik horizontal.

​"Kami lembut dalam cara, tetapi tegas pada tujuan. Aturan memang harus menjadi panglima tertinggi, namun dalam penerapannya, pendekatan kemanusiaan dan dialog persuasif harus selalu dikedepankan. Kita ingin memastikan bahwa keadilan dirasakan oleh seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama mereka," tegas dr. Christian Widodo.

​Strategi ini dilakukan dengan memperkuat mitigasi melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tokoh agama, tokoh adat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kepemudaan, hingga aparat kewilayahan. Kehadiran negara dalam setiap dinamika sosial di tingkat akar rumput dianggap sangat krusial untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah aksi-aksi anarkis yang dapat merusak kerukunan yang telah lama terjalin.

​Sejalan dengan visi tersebut, Rakornas ini juga menyoroti pentingnya peran rumah ibadah yang tidak hanya sebagai pusat spiritualitas, tetapi juga penggerak fungsi sosial. Hal ini senada dengan arahan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Akmal Malik, yang mendorong rumah ibadah terlibat dalam program ketahanan pangan seperti pengembangan greenhouse. 

Melalui kegiatan sosial yang nyata, diharapkan ikatan antarumat beragama di Indonesia, khususnya di Kota Kupang, semakin kokoh demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

​Turut mendampingi Wali Kota dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, Kepala Badan Kesbangpol, Noce Nus Loa, , Kepala DPMPTSP, Wildrian Ronald Otta, serta Kabag Kesra, Djoni Bire.(mnt)


Baca juga :

Related Post