Staf ahli wali Kota: Daud Nafi
Metronewsntt.com, Kupang– Pemerintah Kota Kupang resmi memulai rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Darerah (RKPD) 2027 tingkat kelurahan.
Salah satu agendanya kegiatan Murenbang yang berlangsung di Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Daud Noftianus Nafi, yang hadir mewakili Wali Kota Kupang.
Acara ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang Andre Otta, Camat Kota Lama Yanyo Jalil, Ketua LPM, serta jajaran Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat (Tomas), dan Tokoh Adat (Toda) se-Kelurahan Merdeka.
Dalam arahannya, Daud Nafi menekankan bahwa masa depan yang lebih baik tidak bisa diraih hanya dengan berdiam diri, melainkan melalui perencanaan yang matang dan partisipasi aktif masyarakat.
Daud Nafi, yang juga mantan Kabag Prokopim Setda Kota Kupang, menyoroti perubahan paradigma dalam pelaksanaan Musrenbang saat ini.
Ia menyatakan bahwa jika dahulu Musrenbang sering dianggap sebagai ajang menanti ketidakpastian, kini sistem yang dijalankan jauh lebih transparan dan terukur.
"Dulu kita datang ke Musrenbang berharap mendapatkan 'remang-remang' yang turun dari meja pemerintah, namun Musrenbang yang sekarang kita jalani sudah berbeda," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang telah memberikan instruksi tegas agar setiap usulan dalam Musrenbang tidak lagi salah sasaran. Hal ini penting untuk disampaikan kepada seluruh tokoh masyarakat dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) karena pemerintah telah menyiapkan Pagu Indikatif sebesar Rp500 juta per tahun untuk setiap kelurahan.
Melalui anggaran tersebut, lanjutnya warga diminta bermusyawarah guna merumuskan usulan yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan riil di wilayah mereka.
Lebih lanjut, Daud memaparkan bahwa setiap usulan pembangunan harus diklasifikasikan ke dalam tiga pilar utama, yakni bidang infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan sosial budaya.
Ia berharap masyarakat Kelurahan Merdeka dapat memanfaatkan momentum Musrenbang ini dengan sebaik-baiknya agar alokasi anggaran Rp500 juta tersebut dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan bersama.(mnt)