Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Ma’mum,
Metronewsntt.com, Kupang--Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang resmi menyepakati langkah strategis untuk memperkuat pelayanan keimigrasian di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Kupang, sekaligus memperketat sinergi dalam pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Kesepakatan krusial ini mengemuka saat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Ma’mum, beserta jajaran di Ruang Kerja Wali Kota pada Jumat (23/1/2025).
Dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut, dr. Christian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan instansi vertikal. Baginya, keterbukaan adalah fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat perlindungan warga.
"Kami selalu terbuka untuk kolaborasi. Saya percaya, pertumbuhan dimulai ketika kita mau mendengar. Kalau kita berhenti mendengar, di situlah kita berhenti bertumbuh," ujar Wali Kota dengan penuh keyakinan.
Salah satu poin utama pembicaraan adalah peluang menghadirkan layanan keimigrasian langsung di MPP Kota Kupang. Kehadiran Imigrasi di jantung pelayanan publik kota ini diharapkan mampu memangkas jarak, waktu, dan biaya bagi masyarakat yang ingin mengurus paspor maupun keperluan administrasi lainnya.
Selain kemudahan akses, isu pencegahan TPPO dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural juga menjadi atensi serius dalam diskusi tersebut. Mengingat posisi strategis Kota Kupang sebagai daerah perlintasan, Wali Kota menekankan bahwa penguatan sistem pencegahan harus dimulai dari ketegasan di lapangan.
Wali Kota menekankan bahwa Satgas pencegahan TPPO harus memiliki taring yang kuat dan tidak hanya menjadi simbol di atas kertas. Dukungan anggaran dan kewenangan harus diberikan secara penuh agar Satgas dapat bekerja efektif di titik-titik vital seperti bandara dan pelabuhan.
Tak berhenti di sana, penguatan edukasi akan didorong hingga ke tingkat kelurahan melalui kolaborasi dengan Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa). Upaya ini juga mencakup program pemberdayaan purna-PMI, mulai dari pelatihan keterampilan hingga pendampingan psikologis, agar para pekerja migran yang kembali memiliki kemandirian ekonomi dan tidak kembali terjebak dalam pola migrasi yang berisiko.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Ma’mum, menyambut positif komitmen tersebut dan menyatakan kesiapan pihaknya untuk menghadirkan layanan berkala di MPP, termasuk program "jemput bola" melalui Eazy Passport yang melayani pengurusan kolektif. Menutup pertemuan, Ma’mum juga memaparkan program Paspor Simpatik yang hadir setiap Sabtu selama bulan Januari 2025 dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke-75. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi antar-instansi merupakan kunci untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat, baik dalam bentuk kemudahan layanan maupun perlindungan jiwa.(mnt)