Anggota DPRD Kota Kupang, Benny Selan
Metronewsntt.com, Kupang---Persoalan sampah di Pasar Oeba menjadi persoalan besar yang memerlukan kerja ekstra melalui berbagai langkah strategis dan inovatif dari Direktur Perumda Pasar Kota Kupang.
Penanganan serius sangat dibutuhkan, terutama di tiga pasar besar yang saat ini dikelola oleh Perumda Pasar, agar tumpukan sampah tidak terus menjadi beban lingkungan.
Kondisi ini terpantau di TPS Pasar Oeba, di mana sampah yang berserakan menjadi momok yang dapat berdampak buruk pada kesehatan para pedagang, pembeli, maupun warga sekitar.
Lurah Fatubesi, Anak Agung, saat dikonfirmasi terkait penumpukan sampah di depan Kantor Lurah Fatubesi pada Jumat (23/1/2026), meminta Perumda Pasar Kota Kupang untuk membagikan kantong plastik kepada para pedagang. Hal ini bertujuan agar sampah yang dibuang ke TPS tetap terwadahi dengan baik dan tidak berserakan hingga menghalangi para pengguna jalan.
"Kami dari kelurahan berharap Perumda Pasar bisa membagikan plastik sampah kepada para pedagang sehingga proses pembuangan lebih tertata dan pengangkutan oleh petugas DLHK pun menjadi lebih mudah," ujarnya kepada media saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).
Ia mengisahkan bahwa pada awal Januari lalu, sampah sempat menumpuk hingga meluap ke jalan dan mengganggu aktivitas warga, anak-anak sekolah, serta para ASN kelurahan yang hendak menuju kantor.
Berkaitan dengan masalah ini, ia menambahkan bahwa warga mengkeluhkan agar TPS tersebut dipindahkan. Keberadaan tempat pembuangan di lokasi tersebut dinilai tidak elok karena berdekatan dengan fasilitas publik seperti kantor lurah, tempat ibadah, dan sekolah.
Selain pembagian kantong plastik, pihak kelurahan mendorong Perumda Pasar untuk melakukan sosialisasi rutin kepada pedagang. Menurutnya, selama ini Perumda belum pernah melakukan sosialisasi secara khusus, padahal setiap hari petugas menarik retribusi yang seharusnya bisa menjadi sarana komunikasi untuk mengingatkan pedagang mengenai kebersihan.
Secara terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Benny Selan, meminta Direktur Perumda Pasar yang baru agar segera mengambil langkah-langkah strategis dalam menangani persoalan sampah di tiga pasar besar.
Ia menegaskan bahwa jika persoalan ini dibiarkan tanpa solusi nyata, maka hal tersebut akan menghambat program utama Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam penanganan sampah.
Oleh karena itu, Legislator Perindo itu meminta Perumda Pasar untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada pedagang agar sampah yang dihasilkan dibuang dengan benar ke TPS. Hal ini penting dilakukan agar kondisi pasar tidak terkesan kumuh dan kotor.
Selain penanganan sampah, Legislator Perindo ini juga mendorong Perumda Pasar untuk menata para pedagang dengan lebih baik. "Banyak warga mengeluhkan pedagang yang berjualan di bahu jalan karena sangat mengganggu akses masuk para pembeli yang hendak berbelanja," tegasnya.(mnt)