Walikota Kupanng, dr.Christian Widodo sementara berikan sambutan
Metronewsntt.com. Kupang– Pemerintah Kota Kupang secara tegas berkomitmen menerapkan merit sistem berbasis kompetensi secara menyeluruh. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat membuka kegiatan Pemetaan Kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkot Kupang tahun 2025.
Acara strategis yang digelar di Hotel Sahid T-More pada Sabtu (13/12/2025) ini menjadi penanda dimulainya evaluasi kinerja dan potensi seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang akan menjadi dasar bagi rotasi dan pengisian jabatan.
Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada BKPPD Kota Kupang yang memfasilitasi kegiatan tersebut, dan menegaskan bahwa uji kompetensi ini merupakan bagian dari evaluasi kinerja menyeluruh yang ia minta sejak awal.
“Sejak awal saya minta supaya ada evaluasi kinerja dan semua dilakukan uji kompetensi. Pemetaan jabatan ini harus benar-benar menggunakan merit sistem, meritokrasi, semuanya berbasis kompetensi, kemampuan, keterampilan, dan keahlian,” tegas Wali Kota Christian Widodo.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan dua poin utama kepada para pimpinan OPD. Kabar baik pertama adalah capaian tingkat kepuasan publik yang luar biasa, mencapai 80,1 persen berdasarkan survei Fisipol Universitas Nusa Cendana (Undana). Ia menyebut capaian ini diraih karena OPD bergerak dalam satu komando, satu perahu, dan satu frekuensi.
Meskipun demikian, ia mengingatkan agar hasil survei ini menjadi motivasi, bukan membuat jajaran Pemkot menjadi lengah atau jumawa. Poin kedua, yang ia sebut “kabar cukup baik”, adalah rencana rotasi pimpinan OPD, yang menjadi alasan utama dilaksanakannya uji kompetensi ini. Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses ini dengan sebaik-baiknya tanpa rasa khawatir.
Wali Kota menekankan bahwa pemetaan kompetensi tidak hanya menilai aspek akademis dan teknis, tetapi juga nilai-nilai dasar kepemimpinan.
Ia secara khusus menitipkan kepada panitia seleksi dan para asesor agar menilai integritas, kemampuan menyelesaikan masalah, daya adaptasi, serta kepemimpinan yang berlandaskan hati.
“Pemimpin yang baik tidak mencari siapa yang salah, tetapi menyelesaikan masalah. Saya mau pimpinan OPD yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi, tanpa melihat usia. Dan yang terpenting, pemimpin sejati itu memimpin dengan hati, bukan hanya dengan otoritas,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sengaja tidak melakukan rotasi di awal masa jabatan demi menjunjung prinsip keadilan dan objektivitas, memilih melihat langsung kinerja selama delapan bulan tanpa terpengaruh isu politik atau sentimen lainnya.
“Saya mau adil dan fair. Kalau dia kompeten, meskipun dari tim mana pun, kita pakai. Tidak ada lagi sekat-sekat. Yang utama adalah kompetensi,” ujarnya. Rotasi dan pengisian jabatan kosong ditargetkan Wali Kota dapat dilakukan secepatnya, yaitu pada awal Januari 2026, agar roda pemerintahan berjalan semakin efektif.
“Saya tidak mencari yang paling sempurna, tetapi yang paling siap dan layak ditempatkan pada posisi masing-masing. Jika ada yang mampu menginspirasi dan menggerakkan orang lain menuju satu tujuan, dialah pemimpin sejati,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris BKPPD Kota Kupang dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi kebijakan nasional dalam pengelolaan ASN, bertujuan untuk memperoleh data ASN yang sesuai dengan kompetensi dan potensi, yang akan menjadi dasar penting bagi manajemen ASN ke depan. Pemetaan kompetensi JPT Pratama ini diikuti oleh 14 orang peserta, dengan tahapan seleksi yang meliputi penilaian kompetensi manajerial, penilaian kompetensi bidang melalui penulisan makalah, presentasi dan wawancara, serta evaluasi kinerja.
Proses penilaian didukung oleh tim penilai kompetensi manajerial dan sosial kultural dari Assessment Center Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT dan panitia seleksi yang terdiri dari unsur pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan akademisi.
Turut hadir dalam kegiatan ini Inspektur Provinsi NTT, Stefanus F. Halla, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry E. Pelt, beserta para Asisten Sekda, Ketua Tim Penilai Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural bersama anggota tim penilai, Ketua dan anggota Panitia Seleksi, para Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, serta para Camat.(mnt)