WhatsApp Facebook Google+ Twitter BBM

Yeskiel Loudoe: Pasar Alak Jadi Bukti Pemkot Kupang Cerdas Melihat Peluang Kecil Menjadi Sumber Pendapatan Besar

Metronttdewa.com 25-11-2025 || 16:09:52

Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe

Metronewsntt.com, Kupang   – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang memberikan apresiasi tinggi atas terobosan cemerlang yang dilakukan oleh duet kepemimpinan Wali Kota Kristian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Franscies. Inovasi ini berfokus pada revitalisasi dan pengaktifan kembali sejumlah pasar rakyat yang selama ini terbengkalai. 

Langkah strategis ini dinilai DPRD sebagai upaya cerdas dan kreatif yang memiliki potensi besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kota Kupang yang selama diboarkan terbengkalai.

 Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, yang akrab disapa Yes Loudoe, menyatakan rasa syukurnya bahwa pemerintah akhirnya membuka atau mengaktifkan terhadap tempat-tempat yang ia sebut sebagai "objek perputaran ekonomi" yang selama ini tidak dimanfaatkan.

Sorotan utama ditujukan pada rencana peresmian Pasar Oeleta Penkase yang ada di Kecamatan Alak pada tanggal 27 November mendatang. Pasar yang sudah berdiri sejak lima tahun lalu ini kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan sempat dihuni oleh kambing, babi, dan tikus. 

Wali Kota Kristian Widodo, menurut Yes Loudoe, bertekad mengganti mengaktifkan objek ekonomi yang dulundi hunii hewan tersebut dengan manusia (masyarakat pelaku UMKM) agar pasar dapat berjalan dan menghasilkan pendapatan bagi daerah, sebuah pemikiran atau inovasi yang ia sebut "luar biasa" dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang bisa mendongkrak PAD.

​Legislator dari PDI Perjuangan itu menekankan bahwa keputusan untuk mengaktifkan kembali pasar-pasar rakyat ini lahir dari kemampuan Pemkot melihat peluang ekonomi yang sangat besar dari sektor informal.

 Ia menilai Wali Kota memiliki terobosan yang kreatif karena mampu melihat hal-hal kecil yang pada akhirnya akan menjadi besar. Setelah diresmikan, jumlah pedagang di Pasar itu  diprediksi akan melonjak dari puluhan menjadi ratusan, yang secara langsung akan menciptakan perputaran ekonomi yang yang pesat yang berdampak pada potensi pendapatan retribusi yang signifikan. 

Oleh karena itu, Yes Loudoe mendorong Pemkot Kupang agar melanjutkan inovasi ini dengan menghidupkan kembali pasar-pasar yang sudah ada namun mati suri di berbagai wilayah, seperti Pasar Bimoku dan pasar-pasar rakyat yang pernah ada pada masa kepemimpinan Wali Kota Kupang sebelumnya, Pak Daa Adoe.

​Wakil Ketua DPRD ini menyoroti bahwa kebutuhan akan pasar sangat mendesak seiring dengan pesatnya kepadatan penduduk. Saat ini, banyak warga terpaksa membuat pasar dadakan untuk berjualan di pinggir jalan di area padat seperti Sikumana dan Batuplat, menyebabkan kemacetan. 

Situasi ini menunjukkan bahwa pedagang mendapatkan uang, tetapi pemerintah tidak menagih retribusi apa pun, yang merupakan kerugian bagi daerah. "Lebih baik pemerintah menyiapkan tempat, sarana, dan prasarana yang layak bagi mereka," tegasnya. 

Bahkan, Yes Loudoe menyarankan Pemkot untuk berani mengambil langkah strategis dengan membeli tanah jika diperlukan demi membangun pasar di wilayah yang sangat membutuhkan seperti Manulai dan Batuplat, karena pasar adalah sumber pendapatan yang potensial.(mnt)


Baca juga :

Related Post